Carra's World

If the Real World is not Enough Anymore…

Khusus Wanita Lajang : Learning from Mr. Wrong

Wanita mana sih yang tak mencari pria sempurna?

Tapi justru dari para pria yang ‘tak sempurna’, kita bisa belajar banyak hal!Buat wanita, mencari Mr. Right seperti mencari jarum dalam jerami. Mulai pilah pilih dari sekian banyak pria yang pantas jadi kandidat, lalu masih harus dilanjutkan dengan pendekatan dan kencan. Belum lagi kalau ternyata si dia ‘tak seindah’ penampilannya, rasanya buang-buang waktu saja! Tapi, ini tak berarti anda harus super hati-hati meneropong tiap pria, lalu langsung menjauh kalau ia menunjukkan tanda-tanda menyebalkan lho! Soalnya, justru dari mereka inilah anda bisa banyak belajar seoal pria.

Jadi, ayo belajar dari tipe-tipe pria berikut agar anda lebih siap saat nanti bertemu orang yang tepat! 

1.      Si Pria Matang

Buat anda yang masih muda dan siap menaklukkan dunia, berhubungan dengan pria yang jauh lebih tua punya daya tarik tersendiri. Mereka matang, punya cukup pengalaman hidup, dan bisa menerima diri anda apa adanya. Bersama pria macam ini, anda akan merasa lebih percaya diri karena punya satu kelebihan : usia berpihak pada anda! Hubungan cinta akan terasa lebih santai, karena tak dibayangi persaingan yang biasanya terjadi bila berhubungan dengan pria muda yang juga ambisius mengejar karier. Keuntungan lain, anda bisa minta saran-sarannya untuk pengembangan diri.Namun, ada dua sisi yang mungkin anda hadapi dengan pria macam ini. Beruntunglah anda, bila bertemu dengannya setelah ia melewati mid-life crisis. Soalnya ia sudah bisa menerima diri apa adanya – baik kesuksesan maupun kegagalan – dan tak ngotot membuktikan diri seperti pria-pria muda. Sebaliknya, bisa juga anda bertemu dengannya di saat ia tengah berkutat dengan krisis paruh baya hingga kehilangan jati diri dan merasa tak puas dengan dirinya. 

2.      Si Perayu Ulung

Dia tampan dan mempesona, tapi hati-hati, ia juga pembohong yang lihai! Hingga anda akan tutup kuping rapat-rapat pada peringatan teman atau keluarga untuk menjauhinya. Si Cassanova yang tak ragu merayu sahabat anda, atau si ‘cowok matre’ yang selalu pinjam uang untuk bersenang-senang. Biasanya untuk sementara anda akan jatuh cinta habis-habisan padanya, meski ia tak memperlakukan anda dengan baik. Tapi moga-moga saja anda cepat sadar bahwa ia tak pantas diperjuangkan mati-matian.Sebenarnya tipe pria penipu macam ini bisa membuat anda belajar banyak. Ia tak akan mendahulukan kepentingan anda, meski ia bersumpah tergila-gila pada anda. Sebab ia memang super egois, mementingkan diri sendiri dan tak bisa dipercaya! Meski menyakitkan, berhubungan dengan pria egois adalah salah satu cara untuk belajar mengenali diri sendiri. Baik kekurangan maupun kekuatan yang mungkin tak anda sadari sebelumnya. Anda juga belajar bahwa meski seorang pria kelihatan menarik, tapi tak selalu mendatangkan kebahagiaan. Yang paling penting, anda belajar untuk tidak mengorbankan harga diri untuk orang lain! 

3.      The Rich and The Famous

Kita bicara soal pria super kaya di sini. Misalnya CEO perusahaan besar, bintang film tenar, atau public figure. Mereka membuka mata anda, bahwa uang dapat membeli kekuasaan. Dengan uang, semua pintu terbuka untuk anda. Anda tak perlu mengantri, dan toko manapun akan menyambut anda dengan layanan VIP! Karena telah terbiasa mendapatkan segalanya, para pria kaya atau berkuasa seringkali memerlukan tantangan-tantangan ekstrim agar merasa ‘hidup’. Ia juga sering menderita paranoia, bahwa orang mendekatinya karena uang. Karena jarang ada orang yang berani berkata tidak padanya, biasanya dia akan mudah meledak dan tersinggung jika tak mendapatkan yang diinginkannya. Dan karena lebih dihargai sebagai money maker, pria macam ini kadang tak terlalu percaya diri dalam peran-perannya yang lain. Melihat kehidupannya, anda akan menyadari bahwa segalanya dapat dikorbankan untuk mendapatkan kesuksesan finansial. Mereka juga ‘mengajarkan’ pada anda bahwa tak semua bisa dibeli dengan uang. Money can’t buy your love, happiness, self respect, and it sure  don’t buy you taste, girls!!!

4.      Si Daun Muda

Punya pacar pria berusia jauh lebih muda memang menyenangkan. Semangat dan antusiasmenya seakan menulari anda. Meski beda usia sangat jauh, anda pasti akan bilang, “Tak masalah, yang penting dia sayang sama saya!” Dalam hubungan cinta dengan si daun muda ini, anda sering kali harus bersikap ngemong bagai orang tuanya. Apalagi karena masih sangat muda, pria macam ini akan menganggap penampilan, tubuh indah dan kecantikan sebagai yang utama. Dan karena pengalaman di dunia kerja belum pernah atau baru sedikit dikecapnya, jangan harap dia bisa membantu kalau anda punya masalah di kantor! 

5.      Pria Tampan Membosankan

Siapapun akan terpana saat pertama melihat si handsome. Tapi sayang lama-lama dia menjadi membosankan, karena jarang punya minat atau pendapat sendiri. Kalau pun punya, biasanya tak bermutu! Soalnya pria-pria tampan ini tak pernah dituntut untuk membuktikan diri lewat ide-idenya. Mereka juga tak pernah ‘dipaksa’ untuk punya karakter kuat atau ketrampilan khusus, karena mereka diterima di mana saja berbekal ketampanannya.Memang dia baik hati, tapi anda akan bosan karena ia tak pernah tertarik mencoba hal baru. Anda merasa bahwa hidup punya banyak sisi yang harus dinikmati dan dimanfaatkan sepenuhnya, sementara si tampan ini jelas tak bisa menemani anda menjalani life to the fullest!       

6. Si Pemuja

Pertama jadi pacarnya, anda merasa berada di langit ketujuh. Bagaimana tidak, ia memuja anda bagaikan dewi! Rasanya hampir tak percaya ada pria yang sabar mendengarkan semua keluh kesah anda dan melakukan apa saja yang anda minta. Tapi sayang, pria macam ini sebenarnya pria kesepian yang mencari eksistensi diri lewat hubungan cintanya dengan anda.Karena mencintai anda dengan sangat intens, dia tak punya kehidupan lain selain anda. Dia tak suka bergabung dalam kehidupan sosial anda dan tak punya teman, hingga akhirnya anda merasa terkungkung dan terisolasi. 

Jadi bagaimanakah tipe pria idaman Anda? 

Apapun tipe pria idaman Anda, yakinlah bahwa tidak ada seorang pun yang sempurna. Dan yakinlah, bahwa Tuhan selalu berikan yang terbaik buat Anda. So keep on smiling, keep on living your life, and keep on loving your life.

catatan : diambil dari majalah Cosmopolitan Januari 2002

Filed under: Opini and Articles, , , ,

Melajang dengan Asik

Secara beberapa hari ini aku melakukan blog walking… dan ternyata aku menemukan satu fenomena yang cukup membuatku terkekeh geli, kalo tidak bisa dikatakan mengernyit heran… kebanyakan postingan adalah mengenai jodoh… bisa di lihat di postingan milik Aa Chatoer atau Bang Cabe Rawit ini… mungkin aku memang cuma membaca 2 postingan milik beliau ini (kalo ada yg lain silaken memberi info) … tapi tak urung aku jadi tergelitik juga untuk menulis. Kenapa sih pada resah dan gelisah for being jomblo? So what dengan menjomblo? 

Tak bisa disangkal, masyarakat kita masih menganggap, setiap orang sudah sepantasnya punya pasangan. Kalau Anda sudah berusia (dan berusaha) dewasa dan tak juga kunjung menikah, biasanya langsung dicap buruk, bahkan dikasihani. Seolah, hidup ini suram tanpa pasangan. Padahal hidup melajang itu cukup seru. Anda tidak usah bersusah payah, mengubah gaya hidup agar sesuai dengan si dia. Dan, yang pasti, anda bisa memanjakan ego sepuas hati. 

Gawatnya, hidup menikah sering dianggap lebih baik ketimbang hidup melajang. Padahal tidak begitu. Baik melajang maupun berpasangan tidak lebih baik atau lebih buruk. Keduanya memiliki nilai plus minus masing-masing. Hanya status yang berbeda. Anda tidak perlu terobsesi dengan gaya hidup berpasangan. 

Hidup ini menjadi menarik karena anda punya banyak pilihan. Jadi, sekalipun saat ini anda merasa ‘tersiksa’ karena belum juga punya pacar, toh anda tetap punya pilihan untuk mengatasinya. Ironisnya, wanita atau pria lajang yang tampak bahagia, percaya diri dan mandiri biasanya tidak akan lama hidup sendirian. Kemandirian yang dimilikinya membuatnya bersinar cemerlang dan sangat menarik di mata lawan jenisnya. Semua orang berbondong-bondong ingin dekat dan mengenal dirinya. Seperti orang banyak bilang “there are so many handsome guys, but the nice ones are taken!” *gleg! Keknya aku baru saja mengarang sebuah peribahasa* 

Berikut adalah hal-hal yang bisa dan hanya bisa dilakukan oleh si lajang :

  • Tidur lelap sampai siang dan merajai seluruh tempat tidur sendirian.
  • Tidak perlu takut memikirkan apakah si dia suka atau tidak dengan gaya keluarga anda yang eksentrik.
  • Anda bisa makan apa saja, kapan saja, dan tidak perlu berbagi pula.
  • Bisa belanja sesuka hati.
  • Bisa putar musik keras-keras dan menonton video pilihan sendiri.
  • Bisa mewarnai atau memotong rambut sesuka hati tanpa khawatir si dia merasa keberatan dan komplain.
  • Hidup santai, tanpa harus memikirkan pembicaraan serius soal perkawinan.
  • Bisa kencan dengan bebas tanpa takut ada yang cemburu.
  • Kalau mau, anda bisa menyendiri di akhir pekan dengan tenang.
  • Tidak perlu harus cepat-cepat pulang ke rumah, karena sudah ditunggu oleh si dia di rumah.
  • Bisa menguasai TV sendirian, kalau perlu langganan indovision atau yang semacamnya dan bisa nonton sampai puas.
  • Tidak perlu membersihkan rumah jika memang sedang tidak ingin membersihkan rumah.
  • Bisa travelling kemana saja kapanpun anda bisa, karena tidak perlu berkompromi dengan siapapun tentang waktu dan lain sebagainya.
  • Tidak perlu repot-repot memikirkan perasaan pasangan atau orang lain, yang penting hepi.
  • Bisa amat sangat banyak fokus pada pekerjaan dan karir yang harus semakin meningkat.
  • Tidak perlu merasa khawatir akan mengalami kekerasan dalam rumah tangga.

 Kadang memang kita telah menikmati kelajangan kita. Namun kadang pula omongan kanan kiri yang bikin telinga kita panas. Nah, bagaimana cara mengatasinya ?

  • Ketika seorang pria/wanita yang tidak anda sukai berusaha mengajak bicara, katakan saja, “Maaf, saya sedang ingin menyendiri.”
  • Kalau teman atau relasi perihal anda sudah punya pacar atau belum, jawab saja, “Oh, banyak, tapi belum ada yang serius,” atau, “Belum. Memang kamu sudah punya?”.
  • Ketika seseorang menanyakan di mana pasangan anda dalam sebuah acara, anda bisa jawab, “ Dia sedang kerja di rig pengeboran minyak,” atau “Dia masih sekolah di luar negeri,” atau, “Dia masih ada di tengah hutan.”  *alasan yg trakhir ini yg dulu sering aku katakan* Atau jawaban lain yang bisa membungkam mulutnya seperti ini, “Itu bukan urusanmu dan kamu tak perlu tahu.”
  • Ketika teman-teman anda terus menyatakan keheranannya kenapa anda belum juga menikah, jawab saja, “Aku lebih suka melajang,” Itu kalau Anda masih berharap bisa bertemu lagi dengannya. Kalau anda malas bertemu lagi dengannya, berbisiklah seperti ini, “Aku belum menemukan pria/wanita yang bisa memuaskanku.”
  • Kalau ada orang yang mengatakan, “Masalahnya kamu terlalu pemilih sih. Standarmu terlalu tinggi,” katakan anda lebih suka berpasangan dengan orang yang benar-benar pantas ketimbang dengan orang yang banyak omong. Jangan paksakan diri berpacaran dengan orang yang bukan tipe anda hanya karena ingin mengejar status. Ini dapat merugikan diri anda sendiri. Anda punya hak memilih dan menentukan teman hidup!

 Kini anda siap menjalani hidup lajang dengan berani dan penuh semangat. Anda bebas berbuat apa saja dan kapan saja untuk diri sendiri. SO, JUST GO FOR IT, GUYS! THIS IS THE TIME! 

Catatan :

  • saya menulis ini semata-mata karena solidaritas saya sebagai mantan pejomblo tangguh yang betah jomblo bertahun-tahun, namun akhirnya berlabuh juga 😀
  • sebagian besar tips yang ga konyol saya ambil dari majalah Cosmopolitan Januari 2002
  • Up next! Khusus bagi wanita lajang : Learning From Mr Wrong, tipe2 pria yang harus Anda hindari.

Filed under: Opini and Articles, , ,

Self-Portrait of @RedCarra

Blogger. Designer. Web-Marketer. Marketing and Visual Communicator. Social Media Junker.
Female. A wife. A mother of 2. Curvy. Short. Jeans or legging. T-Shirt or Batik. Backpack. Wild mind. Easy to get panic. Cynic. Rebellious. Logic. Realistic. Moody. Details. Impatient. Clumsy. Straight forward. Procrastinator. Black and Dark Maroon. Graphic Design. Webs and Blogs. Photography. Architecture. Interior. Crafts. Coffee. Guava Juice. Chocolate. Music. Internet. Book.

Me? Get hurt? Just do that to me one more time.

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 3,584 other followers

RSS Carra Design

  • Weekly Photo Challenge: Renewal
    This week WP Photo Challenge theme is Renewal … This word conjures a variety of images, from bright blossoms to meditating monks. When I think of “renewal,” I think of […]

RSS Carra Media

  • Portfolio: Showrrom Banner "Are You Green Enough?"
    Banner merupakan wajah pertama yang akan menarik orang untuk mau tahu lebih lanjut. Terutama kalau banner ini difungsikan sebagai penanda di depan sebuah showroom.Nah, salah satu tugas saya dulu adalah secara periodik membuat dan mengganti banner showroom sebuah retail furniture dan home decor store, yang posisinya ada di Jl. Palagan Tentara Pelajar.Banner-n […]