Carra's World

If the Real World is not Enough Anymore…

2012 … so what?

ok… now im back… since udah mulai bosen dengan mainan baruku… well not really new thou, just that i left and then came back… and now im bored again ๐Ÿ˜† yah yah… i know im a moody freak… whats your excuse…

anyway…

kemaren sore ga sengaja nonton infotainment… yang dipandu oleh seorang cewek selebriti… dengan gaya yang dibuat-buat and kata-kata puitis bak penyair, dia nge host acaranya… Read the rest of this entry »

Filed under: Carra's Life, , ,

Working Mom : Pengisi Waktu?

Berawal ketika aku sedang dalam obrolan dengan seorang teman terdekatku… pertamanya sih tentang hal2 umum seperti bahas film ini lagu itu… lalu bergeser ke arah kerjaan… sedang dalam proyek apa dia sekarang… dan kemudian aku mulai bercerita tentang karirku… kuceritakan padanya, gimana aku sekarang bingung bagi waktu antara kantor dan rumah, plusย  nyari tambahan pemasukan bulanan… akhirnya sampe ke pernyataan yang dilontarkannya kepadaku, “ah… elu mah kerja kan cuman buat isi waktu doang… ”

whoa… tanpa dinyana, aku terbelalak juga dengernya… iya, seperti yang udah diduga, aku pun langsung protes… hah???? cuma isi waktu…???

Ciiinnnn… klo gw cuman isi waktu doang, ngapain gw mati2an beginiii…???

Itulah stereotip di sini… seorang perempuan yang bekerja… dianggap tak lebih hanya pengisi waktu… apalagi dia udah mendapatkan jabatan juga sebagai istri dan seorang ibu… kalo udah sampe di sini, beuh nguap semua deh segala puja dan puji atas perjuangan RA Kartini dalam memajukan perempuan… iya kan?? akhirnya teteeeeeppp akan kembali lagi ke jaman kolonialisme… Read the rest of this entry »

Filed under: Opini and Articles, , , , , ,

Di Antara Potret-potret

waktu yang lebih longgar memang sebage akibat dari surat “untuk lebih banyak beristirahat di rumah” yg kusampaikan pada boss dan personalia kantorku bbrp minggu yang lalu… dan akibat dari waktu longgar itu sekarang aku jadi lebih sering menonton TV… pagi inipun begitu… dengan kekuasaan penuh di batang item bertombol2 itu, aku menikmati pagiku bersama susu ibu hamil, beberapa bongkah roti dan kipas di tangan (secara sekarang makin sering kegerahan) … dan akhirnya potret2 itupun terkumpul di dalam benakku…

Channel A… lagi acara gosip artis… ada liputan tentang pertengkaran antara dua wanita “cantik” yang mengaku sebagai “public figure”… kenapa kuberikan tanda petik di kata cantik…?? well… secara fisik dua wanita itu memang cantik sempurna… mereka tidak punya cacat fisik… kulit yang mulus terawat… rambut tergerai indah… tapi coba lihatlah… mereka saling memaki satu sama lain… yang satu bilang “…hah??? cemburu??? sama dia…?? ah… orang pendek, item, dekil gitu kok dicemburuin… ngaco lu ah!!!” … yang lain bilang, “sejanda-jandanya saya, saya janda cerai… kalo dia??? perawan bukan… janda bukan… tapi punya anak… apa dong??” geeze… seandainya saja aku bisa mengusulkan supaya sebaiknya mereka mendonasikan mulut mereka kepada orang yang lebih membutuhkan dan lebih punya hati untuk memanfaatkannya…

Channel B… lagi acara berita pagi… sekelompok ibu-ibu mengais sampah yang baru saja diturunkan dari truk… mencari-cari buah dan sayur2 busuk buangan dari beberapa swalayan terkenal… ga hanya sekantong… mereka mendapatkan beberapa kantong penuh dengan makanan2 yang sudah ga layak makan itu… sesampainya di rumah (rumah???? petak ruang yang cuma bisa dipake buat slonjoran itu… tak lebih seperti kandang ayam milik para koruptor kalo memang mereka miara ayam)… mereka bergegas mencuci semua buah2 dan sayur2 itu dan mengupasnya, membuang bagian yang busuk… dan lihatlah… si anak dengan pipi ranumnya melahap apel import yang sudah “dibersihkan” itu dengan nikmatnya…

Channel C… ada talk show… tentang seseorang yang mengira bahwa dirinya “cemerlang” dengan ide brilliannya, mengadakan arisan sembako yang kemudian membawa lari uang arisan milik banyak orang ituh… oh cemerlang sekali bukan idenya…?? dikala semua barang mahal dan mendekati hari raya pula, dia mengira bisa mendapatkan THR nya dari hasil mengumpulkan uang2 orang2 ini yang telah dengan susah payah mendapatkannya… menabungnya dengan cermat… berharap untuk sekedar bisa merayakan hari raya yang lebih layak… lihatlah sekarang… salah seorang ibu bahkan harus dirawat di rumah sakit, karena sebage kolektor, dia meraih top skorer dalam pengumpulan arisan… dan sekarang dia pun menjadi top skorer paling banyak diburu oleh nasabah yang menagih uang…

Channel D… ada semacam reportase khusus… membahas tentang kekerasan anak2 jaman sekarang… geng motor di bandung… geng nero… dan yang paling baru… sejumlah anak2 perempuan beradu urat dan akhirnya beradu jambakan rambut di sebuah arena balap liar di jogja… lihatlah… gimana dengan bangganya mereka memperlihatkan kebuasan mereka… aku merasa aneh… dulu ketika aku masih SMA, dengan bangganya aku ikut kegiatan sana sini… nambah banyak teman… nambah pengetahuan… kalopun bergerombol2 begitu, paling banter di halaman bioskop buat nonton bareng, ato di warung nasi buat ngerayain ultah salah seorang teman, ataopun di halaman sebuah sport hall buat ikutan try-out… yang ada ketawa ketiwi… kalo haus beli teh botol satu lalu diminum gantian 5 – 6 orang saking ngiritnya… tapi sekarang? ataokah aku yang dulu terlalu naif…????

Itu cuma beberapa potret yang kutangkap pagi ini… ah… entahlah… aku merasa agak miris melihatnya… hampir tak ada potret indah untuk dipandang… akhirnya aku bisa menemukan sesuatu yang lumayan nyaman untuk kutonton… di channel terakhir… channel TV lokal… liputan tentang seorang peternak bebek yang sukses… dari cuma miara 20 ekor hingga kini dia bisa miara ribuan ekor… dengan kandang seluas rumah2 yang dipake di sinetron2 itu… kupikir sebaiknya rumah2 para koruptor, ato artis2 badut Ancol itu lebih baik dipake oleh bapak ini buat ternak bebek aja deh… udah jelas berguna, menghasilkan dan yang pasti tujuannya positip…

Iya ga sih…???

Foto2 hasil ngerampok Mbah Gugel…

Filed under: Opini and Articles,

Check Your Today’s Biorhythm

Biorhythm… apa pula itu?? … bukan sejenis makhluk hidup, kalo itu yang kamu pikirin karena ada kata2 bio di sana… walopun memang berhubungan dengan kehidupan kita sebage manusia… bukan juga salah satu jenis senjata bioaktif ato apapun namanya kek virus Ebola yg bisa dikembangkan dan kemudian bisa menjadi senjata ampuh layaknya nuklir *kebanyakan nonton film sains fiksi* …

Biorhythm itu kalo diterjemahkan dalam arti harafiah berarti Ritme Hidup… mmm… bukan aliran hiphop, jazz, pop, dangdut apalagi… tapi bisa dianalogikan dengan keadaan cuaca hidupmu…

Jadi gini, pola hidup manusia itu bisa diibaratkan dengan keadaan cuaca… kadang mendung, ato cerah… kadang hujan es, kadang hujan abu… eh sebentar… kalo hujan abu siy keknya bukan cuaca tapi karena ada gunung berapi mo mletus… yah pokoknya gitulah… *gimana siy, Raaa…????* ya gitu… keadaan cuaca… ada naek turunnya… kalo diliat secara utuh jadi bisa membentuk siklus ๐Ÿ™‚ gituuu…

Ada kutipannya nih…

Light BulbAt the beginning of the last century, Dr. Wilhelm Fliess noticed identical rhythms in the case histories of his patients. He observed active and passive phases in the physical, emotional and mental aspects of humans. From these observations he derived the principle of the biorhythms: The physical curve with its cycle of 23 days, the emotional curve with 28 days and the mental curve with 33 days.

Jadi si penemu sistem biorhythm ini adalah Dr. Wilhelm Fliess… dan ada 3 aspek yang sangat mempengaruhi biorhythm ini… fisik, emosional dan mental… masing2 siklusnya beda2… siklus fisik 23 hari, siklus emo 28 hari dan siklus mental 33 hari…

Sebage contoh, aku tadi sempet ngecek biorhythmku hari ini… *maap bukannya narsis, tapi yaaahhh sebage studi kasus gituh…*

bisa diliat bahwa siklus fisikku sekarang lagi bagus2nya… berbeda dengan siklus intelektual ato mental *hooohhhh… ga heran setelah acara mumblingku baru2 ini No* … sedangkan secara emosional aku lagi di bawah standard walopun belom sampe kritis seperti tingkat intelektual… sedangkan balok kuning itu menunjukkan bahwa biorhythmku secara average ato rata2 sedang berada di bawah garis normal…

Kutipan lagi…

Biorhythms can’t predict or explain events, they can only suggest how we may deal with them. For example, some doctors plan operations around them or sports coaches use them in their individual training programs. But it is up to you whether you believe in them or not.

nah… biorhythm ini bukanlah alat untuk meramal masa depan semacam horoskop2 ato bisa dijadiin alat buat meramal ala Mama Lorent… tapi dia cenderung dipergunakan sebagai acuan kondisi kita sekarang, dan bagaimana mengatasinya, contoh aku begitu tau bahwa memang kondisi emosionalku lagi ga begitu stabil, jadi malah bisa mencoba untuk menarik diri dari semua kegiatan yang “berbau” emosional… ya kira2 bewgitu… bisa diliat juga kalo dibagian bawah ada semacam advice mengenai kondisi biorhythm itu…

Mo tau lebih banyak…? mmm mendingan nanya profesor wiki aja… kalo aku mah hehehe tidak kompeten lah ๐Ÿ˜› Surrender

Ato mo langsung coba? Silakan ke sini aja… mungkin kamu akan diminta untuk install plug in Java Runtime Environment dulu… tapi ga masalah… ga terlalu berat keknya sih ๐Ÿ™‚

So… selamat ber-biorhythm ^^

Attention Please

Vote me!! Vote me!!

Filed under: Opini and Articles, ,

Antara Aku, Bumi dan Desain Grafis

happyPernah dengar ecolabel?

Kalo di wikipedia, “Ecolabel is a labelling system for consumer products (including foods) that are made in fashion to avoid detrimental effects on the environment.” yang kira2 terjemahan bebasnya adalah sistem labeling untuk produk2 konsumer (termasuk makanan) dimana tujuannya untuk menghindari efek pengrusakan lingkungan secara langsung atau tidak langsung.

Berawal ketika salah satu client perusahaan, yang berkedudukan di Perancis, mempermasalahkan sumber pengambilan bahan baku produk kami, yaitu kayu. FYI, masyarakat Uni Eropa sangat sangat peduli tentang pengrusakan hutan di negara kita (denger2 negara RI tercinta ini merupakan negara dengan laju pengrusakan hutan paling tinggi di dunia). Kami sebagai perusahaan yang bergerak di bidang ekspor furniture dengan main market ke Eropa mau tidak mau harus menghadapi issue internasional seperti ini. Mereka menanyakan keabsahan kayu kami, apakah diambil dari hutan lindung ataukah dari hutan budidaya. Semakin lama masalah ini berkembang semakin luas. Mereka menuntut adanya sertifikasi terhadap produk-produk kami dimana di situ dinyatakan bahwa kayu-kayu kami adalah Smart Wood dan/atau Sustainable Wood, dimana kayu-kayu itu diambil bukan hasil pembalakan liar.

Sudah lebih dari 6 bulan kami bekerja untuk mendapatkan sertifikasi ini. Selain kami harus melayani permintaan client-client kami, kami pun merasa ikut bertanggung jawab terhadap kelestarian hutan di tanah air. Jangan sampai kami ketika ditanya tentang Global Warming dan kami keceplosan menjawab “Global Warming is cool!” (Bah!! Cincha Lawra perlu belajar kepada kami…) Kami peduli pada Global Warming dan terutama kelestarian hutan kami.

Jadilah kami sekarang mengantongi sertifikat-sertifikat itu. Bahkan bisa dibilang kami termasuk perintis Sustainable Wood… well… setidaknya setahuku di daerah sekitar kami.

Kami bekerja sama dengan LEI (Lembaga Ekolabel Indonesia) untuk sertifikasi ini. Untuk profil LEI ini kunjungi aja websitenya.

Hmmmm…. sebenernya bukan kebetulan aku membahas LEI dan segala tetek bengek kehutanan itu. Karena siang ini, the mighty boss datang padaku sambil membawakanku amanah untuk mengolah kembali identity dan sekaligus menangani strategi promosi dari badan nasional ini. Jadi aku harus melakukan riset dulu supaya kemudian aku bisa merumuskan segala sesuatunya dengan cepat dan tepat pada sasaran. Bukan perkara mudah sebenernya. Karena lingkupnya berbeda dengan project2 yang aku tangani sebelumnya.

Kalo sebelumnya aku cenderung “berjualan”… jualan produk2 dan jualan jasa. Tapi sekarang aku harus membawa misi dan visi si badan nasional tersebut yang membawa issue internasional yang menurutku mempunyai bobot yang sangat kuat. Masalah environment, forestry, illegal logging sampai global warming, dimana harus bisa membawa orang-orang di negeri ini sadar bahwa kayu bukanlah barang yang bisa ditebang dan dipergunakan seenak perut mereka sendiri.

Lepas dari menghujat pemerintah yang memang selalu telat untuk bertindak, sebaiknya kita memang harus memulai semuanya dari lingkup terkecil. Semoga dengan membantu badan nasional ini, keprihatinanku terhadap bumi ini bisa tersalurkan. Karena sebenernya udah sejak lama aku selalu mengikuti issue-issue seperti ini. Tapi rasanya seperti ga berdaya sama sekali. Ga ada yang bisa aku perbuat. Semoga dengan ini, aku bisa ikut menyumbangkan sesuatu buat bumi kita ini.

Btw, Hari Bumi kapan sih….??? ๐Ÿ˜€

Filed under: Opini and Articles, ,

Self-Portrait of @RedCarra

Blogger. Designer. Web-Marketer. Marketing and Visual Communicator. Social Media Junker.
Female. A wife. A mother of 2. Curvy. Short. Jeans or legging. T-Shirt or Batik. Backpack. Wild mind. Easy to get panic. Cynic. Rebellious. Logic. Realistic. Moody. Details. Impatient. Clumsy. Straight forward. Procrastinator. Black and Dark Maroon. Graphic Design. Webs and Blogs. Photography. Architecture. Interior. Crafts. Coffee. Guava Juice. Chocolate. Music. Internet. Book.

Me? Get hurt? Just do that to me one more time.

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 3,585 other followers

RSS Carra Design

  • Weekly Photo Challenge: Renewal
    This week WP Photo Challenge theme is Renewal โ€ฆ This word conjures a variety of images, from bright blossoms to meditating monks. When I think of โ€œrenewal,โ€ I think of [โ€ฆ]

RSS Carra Media

  • Portfolio: Showrrom Banner "Are You Green Enough?"
    Banner merupakan wajah pertama yang akan menarik orang untuk mau tahu lebih lanjut. Terutama kalau banner ini difungsikan sebagai penanda di depan sebuah showroom.Nah, salah satu tugas saya dulu adalah secara periodik membuat dan mengganti banner showroom sebuah retail furniture dan home decor store, yang posisinya ada di Jl. Palagan Tentara Pelajar.Banner-n […]