Carra's World

If the Real World is not Enough Anymore…

Di Antara Potret-potret

waktu yang lebih longgar memang sebage akibat dari surat “untuk lebih banyak beristirahat di rumah” yg kusampaikan pada boss dan personalia kantorku bbrp minggu yang lalu… dan akibat dari waktu longgar itu sekarang aku jadi lebih sering menonton TV… pagi inipun begitu… dengan kekuasaan penuh di batang item bertombol2 itu, aku menikmati pagiku bersama susu ibu hamil, beberapa bongkah roti dan kipas di tangan (secara sekarang makin sering kegerahan) … dan akhirnya potret2 itupun terkumpul di dalam benakku…

Channel A… lagi acara gosip artis… ada liputan tentang pertengkaran antara dua wanita “cantik” yang mengaku sebagai “public figure”… kenapa kuberikan tanda petik di kata cantik…?? well… secara fisik dua wanita itu memang cantik sempurna… mereka tidak punya cacat fisik… kulit yang mulus terawat… rambut tergerai indah… tapi coba lihatlah… mereka saling memaki satu sama lain… yang satu bilang “…hah??? cemburu??? sama dia…?? ah… orang pendek, item, dekil gitu kok dicemburuin… ngaco lu ah!!!” … yang lain bilang, “sejanda-jandanya saya, saya janda cerai… kalo dia??? perawan bukan… janda bukan… tapi punya anak… apa dong??” geeze… seandainya saja aku bisa mengusulkan supaya sebaiknya mereka mendonasikan mulut mereka kepada orang yang lebih membutuhkan dan lebih punya hati untuk memanfaatkannya…

Channel B… lagi acara berita pagi… sekelompok ibu-ibu mengais sampah yang baru saja diturunkan dari truk… mencari-cari buah dan sayur2 busuk buangan dari beberapa swalayan terkenal… ga hanya sekantong… mereka mendapatkan beberapa kantong penuh dengan makanan2 yang sudah ga layak makan itu… sesampainya di rumah (rumah???? petak ruang yang cuma bisa dipake buat slonjoran itu… tak lebih seperti kandang ayam milik para koruptor kalo memang mereka miara ayam)… mereka bergegas mencuci semua buah2 dan sayur2 itu dan mengupasnya, membuang bagian yang busuk… dan lihatlah… si anak dengan pipi ranumnya melahap apel import yang sudah “dibersihkan” itu dengan nikmatnya…

Channel C… ada talk show… tentang seseorang yang mengira bahwa dirinya “cemerlang” dengan ide brilliannya, mengadakan arisan sembako yang kemudian membawa lari uang arisan milik banyak orang ituh… oh cemerlang sekali bukan idenya…?? dikala semua barang mahal dan mendekati hari raya pula, dia mengira bisa mendapatkan THR nya dari hasil mengumpulkan uang2 orang2 ini yang telah dengan susah payah mendapatkannya… menabungnya dengan cermat… berharap untuk sekedar bisa merayakan hari raya yang lebih layak… lihatlah sekarang… salah seorang ibu bahkan harus dirawat di rumah sakit, karena sebage kolektor, dia meraih top skorer dalam pengumpulan arisan… dan sekarang dia pun menjadi top skorer paling banyak diburu oleh nasabah yang menagih uang…

Channel D… ada semacam reportase khusus… membahas tentang kekerasan anak2 jaman sekarang… geng motor di bandung… geng nero… dan yang paling baru… sejumlah anak2 perempuan beradu urat dan akhirnya beradu jambakan rambut di sebuah arena balap liar di jogja… lihatlah… gimana dengan bangganya mereka memperlihatkan kebuasan mereka… aku merasa aneh… dulu ketika aku masih SMA, dengan bangganya aku ikut kegiatan sana sini… nambah banyak teman… nambah pengetahuan… kalopun bergerombol2 begitu, paling banter di halaman bioskop buat nonton bareng, ato di warung nasi buat ngerayain ultah salah seorang teman, ataopun di halaman sebuah sport hall buat ikutan try-out… yang ada ketawa ketiwi… kalo haus beli teh botol satu lalu diminum gantian 5 – 6 orang saking ngiritnya… tapi sekarang? ataokah aku yang dulu terlalu naif…????

Itu cuma beberapa potret yang kutangkap pagi ini… ah… entahlah… aku merasa agak miris melihatnya… hampir tak ada potret indah untuk dipandang… akhirnya aku bisa menemukan sesuatu yang lumayan nyaman untuk kutonton… di channel terakhir… channel TV lokal… liputan tentang seorang peternak bebek yang sukses… dari cuma miara 20 ekor hingga kini dia bisa miara ribuan ekor… dengan kandang seluas rumah2 yang dipake di sinetron2 itu… kupikir sebaiknya rumah2 para koruptor, ato artis2 badut Ancol itu lebih baik dipake oleh bapak ini buat ternak bebek aja deh… udah jelas berguna, menghasilkan dan yang pasti tujuannya positip…

Iya ga sih…???

Foto2 hasil ngerampok Mbah Gugel…

Filed under: Opini and Articles,

Check Your Today’s Biorhythm

Biorhythm… apa pula itu?? … bukan sejenis makhluk hidup, kalo itu yang kamu pikirin karena ada kata2 bio di sana… walopun memang berhubungan dengan kehidupan kita sebage manusia… bukan juga salah satu jenis senjata bioaktif ato apapun namanya kek virus Ebola yg bisa dikembangkan dan kemudian bisa menjadi senjata ampuh layaknya nuklir *kebanyakan nonton film sains fiksi* …

Biorhythm itu kalo diterjemahkan dalam arti harafiah berarti Ritme Hidup… mmm… bukan aliran hiphop, jazz, pop, dangdut apalagi… tapi bisa dianalogikan dengan keadaan cuaca hidupmu…

Jadi gini, pola hidup manusia itu bisa diibaratkan dengan keadaan cuaca… kadang mendung, ato cerah… kadang hujan es, kadang hujan abu… eh sebentar… kalo hujan abu siy keknya bukan cuaca tapi karena ada gunung berapi mo mletus… yah pokoknya gitulah… *gimana siy, Raaa…????* ya gitu… keadaan cuaca… ada naek turunnya… kalo diliat secara utuh jadi bisa membentuk siklus πŸ™‚ gituuu…

Ada kutipannya nih…

Light BulbAt the beginning of the last century, Dr. Wilhelm Fliess noticed identical rhythms in the case histories of his patients. He observed active and passive phases in the physical, emotional and mental aspects of humans. From these observations he derived the principle of the biorhythms: The physical curve with its cycle of 23 days, the emotional curve with 28 days and the mental curve with 33 days.

Jadi si penemu sistem biorhythm ini adalah Dr. Wilhelm Fliess… dan ada 3 aspek yang sangat mempengaruhi biorhythm ini… fisik, emosional dan mental… masing2 siklusnya beda2… siklus fisik 23 hari, siklus emo 28 hari dan siklus mental 33 hari…

Sebage contoh, aku tadi sempet ngecek biorhythmku hari ini… *maap bukannya narsis, tapi yaaahhh sebage studi kasus gituh…*

bisa diliat bahwa siklus fisikku sekarang lagi bagus2nya… berbeda dengan siklus intelektual ato mental *hooohhhh… ga heran setelah acara mumblingku baru2 ini No* … sedangkan secara emosional aku lagi di bawah standard walopun belom sampe kritis seperti tingkat intelektual… sedangkan balok kuning itu menunjukkan bahwa biorhythmku secara average ato rata2 sedang berada di bawah garis normal…

Kutipan lagi…

Biorhythms can’t predict or explain events, they can only suggest how we may deal with them. For example, some doctors plan operations around them or sports coaches use them in their individual training programs. But it is up to you whether you believe in them or not.

nah… biorhythm ini bukanlah alat untuk meramal masa depan semacam horoskop2 ato bisa dijadiin alat buat meramal ala Mama Lorent… tapi dia cenderung dipergunakan sebagai acuan kondisi kita sekarang, dan bagaimana mengatasinya, contoh aku begitu tau bahwa memang kondisi emosionalku lagi ga begitu stabil, jadi malah bisa mencoba untuk menarik diri dari semua kegiatan yang “berbau” emosional… ya kira2 bewgitu… bisa diliat juga kalo dibagian bawah ada semacam advice mengenai kondisi biorhythm itu…

Mo tau lebih banyak…? mmm mendingan nanya profesor wiki aja… kalo aku mah hehehe tidak kompeten lah πŸ˜› Surrender

Ato mo langsung coba? Silakan ke sini aja… mungkin kamu akan diminta untuk install plug in Java Runtime Environment dulu… tapi ga masalah… ga terlalu berat keknya sih πŸ™‚

So… selamat ber-biorhythm ^^

Attention Please

Vote me!! Vote me!!

Filed under: Opini and Articles, ,

Jogja Dog Show 2008 : Surganya Dogi… *Ucel…ucel*

Hari Sabtu kemaren, pas pulang dari kantor, niat hati mo mampir ke toko stationery buat beli beberapa keperluan buat kantor… tapi di tengah perjalanan, aku liat ada baliho gede yang mengiklankan satu event yang keknya kalo aku ga datang ngeliat, aku bakalan nyesel seumut hidup *oke… ungkapan ini keknya hiperbola… tapi ga ada ungkapan laen yang lebih pas* …

jogja dog show

ini dia… Jogja Dog Show 2008 yang diadain dari tanggal 28 – 29 Juni 2008 di Jogja Expo Center

waaaaaaaaaaaaaahhh… ini surga anjing!!!!! ^_^ aku musti lihat… udah lama banget aku ga pernah “bergaul” sama anjing… sejak my buddy ini pergi meninggalkanku seorang diri… huhuhuuuu… udah lama banget aku ga ngucel-ucel anjing… bahkan ketika Sella memasang berbagai foto anjing di blognya, yang bisa kulakukan adalah memelototi monitor sambil meremas-remas bantal yang ada di kursi meja kompie ku πŸ˜† jadi… rencanaku… aku mo balas dendam!!!!! 😈

jadi… alih2 aku pergi ke toko alat tulis ituh aku malah menuju ke Jogja Expo Center atao JEC yang di Janti…

nih… di sini nih…

daaaaaaaaaaaaannn… arrrrrrggghhh!!!! benar2 surga anjing!!! wataaaaaaaaa… aku dengan kalap celingukan ke sana sini… dan si dogi dogi ini dengan gaya berjalan ke sana ke mari… dituntun oleh pemilik2nya… berlenggak lenggok… wuiiihhhh… tapiii namanya dogi… tetep aja tuh suka pipis di sana sini… πŸ˜† hahahaha… ga peduli dengan gedung gede ber-AC… tetep aja deh dia mengangkat sebelah kakinya di sana sini…

bulunya putiiiiiiiiiiiiiiihhhh kek salju… dia adalah anjing pertama yang kujumpai ketika aku barusan masuk ke arena…

emmmm… harap dicatat bahwa aku memotret si anjing… bukan betis mulus ituh… ^_^ … catet!!!

ma favorit buddy!!!!! coba liat matanya… ugh!!!! kek serigala… aku lupa apa nama jenisnya… mmm… ntar deh kalo my oz buddy ada, aku mo nanya jenisnya apa… aku pernah dikasih tau sih… tapi berhubung rada susah dibaca dan diucapkan jadi aku cuma “ooohhh…” gitu doang pas dia ngasih tau πŸ˜›

saatnya Golden Retriever beraksi… wowwwww… mereka keren2… gagah… larinya lincah… πŸ˜€ ugh!!! pengen deh ngucel-ucel… terutama ngucel2 bulu yg ada di lehernya…

kek salon… ada hair dryer… ada hairspray… sikat rambutnya pun macem2… duileeee… aku aja ga selengkap itu peralatannya πŸ˜› … kali kalo bisa dikasih lipstik, bisa digincuin juga tu ya si dogi-dogi…

coba liat hasil dandanannya… cantik kan…??? udah gitu dia keknya juga tau kalo mo difoto.. yg tadinya berdiri sambil celingukan… tiba2 dia merebahkan dirinya lalu masang deh muka fotogeniknya… alamaaaaaakkk!!!! πŸ˜† mo ta’ucel2 tapi takut ma pemiliknya yang udah susah2 nata rambutnya :mrgreen: bisa digampar pake hair dryer aku nanti πŸ˜†

si ramah ini namanya chuy… aku ga tau gimana nulisnya… dia ga ikutan lomba… cuma lagi dibawa jalan2 sama pemiliknya… heeee… aku kenalan ma dia… abis pas aku lewat di dekatnya… tiba2 dia melonjak-lonjak padaku… πŸ˜† tau kali dia ya ma perempuan cantik wakakaka *narsis mode on*

gagahnya…. gantengnya… dengan mata yang tajam… wuahhhh… sangar abisssss….

satu lagi ni yang fotogenik dan sadar kamera… di sebelahku waktu itu ada seseorang yang keknya fotografer profesional…lengkap dengan kamera canggihnya… nah si lincah ini tadinya sibuk banget muter2 di atas meja dan bercanda dengan tuannya… tapi ketika si fotografer tadi mengarahkan kameranya, dia tiba2 diam mematung dan berpose… cieeee… coba liat itu gayanya… haaaa…pengen ta’remes2 aja itu… 😈

sebenernya masi banyak lagi yang aku ambil fotonya… setiap kali memotret kadang memerlukan 3 kali jepret baru deh kena pose yang paling oke dari mereka-mereka… tapi ada juga siy yang cuma sekali shoot langsung jadi… terutama dogi-dogi yang berbakat fotomodel πŸ˜€ …

ahhhh dogi… aku kangen ngucel2… ga usah yang termasuk anjing ras seperti yang diatas deh… yg kek my buddy juga gpp… kecil… imut.. lincah… nurut dan ngerti kalo diajak ngomong… itu udah cukup…

Filed under: Opini and Articles, ,

Pinter vs Bodho

Iseng tadi aku ngrapiin file2 aku lagi di kompie… dan nemuin artikel ini… aku baca lagi dan aku pun nyengir kuda… yah bolehlah aku share πŸ˜€ well jangan terlalu terkecoh dengan segala istilah managerial yg terlalu intelek yah…

Managerialship: Pintar vs Bodoh

Oleh: S Brotosumarto

Jika kita ketik kata ‘leadership’ atau ‘enterpreneurship’ ke Google, maka akan muncul berjuta-juta artikel. Begitu juga buku-buku tentang itu, tersedia bertumpuk-tumpuk di toko. Tapi, coba masukkan kata ‘managerialship’ ke mesin pencari yang sama, cuma akan ada sedikit hasilnya, dan itu pun tidak memberi gambaran yang cukup jelas. Di toko buku? Sama sekali tidak ada buku tentang managerialship.

Managerialship adalah sifat-sifat dan sikap-sikap yang dibutuhkan bagi mereka yang ingin atau tersesat ke jajaran manajemen menengah ke atas. Ia membutuhkan sifat kepemimpinan sehingga bicara tentang managerialship memaksa kita untuk bicara juga tentang leadership. Jika kita berada pada posisi puncak manajemen, yang bertanggung jawab pada laba, maka kita terkadang harus melakukan fungsi-fungsi enterpreneural. Selain itu, leadership dan enterpreneurship akan saya gunakan sebagai iluminasi agar sosok manajer lebih kentara.

Si Manajer harus orang pintar, itu benar. Itu syarat kedua yang harus dimiliki seorang manajer selain bisa memimpin. Bukan dalam arti pintar secara akademis, tapi pintar dalam hal melaksanakan tugas-tugas manajerial, semisal menganalisis, merencanakan, menyimpulkan, membaca situasi. Termasuk, pintar berinteraksi, negosiasi, membujuk, memaksa, menekan, berkelit, membual.

Jangan dibalik, yang pintar pasti bisa ke manajemen. Tidak. Ada watak-watak dan sikap-sikap lain yang harus dimiliki. Banyak orang pintar tidak sukses di manajemen. Ada yang kepintarannya tidak sesuai dengan bidang manajemennya. Mereka yang tersesat atau memang niat ke manajemen menengah ke atas dituntut memiliki kecepatan belajar yang tinggi. Tiba-tiba seorang geolog harus bicara tentang perpajakan, misalnya. Ia harus dengan cepat, walau hanya grambyangan dan dangkal menangkap istilah-istilah perpajakan. Atau, seorang sarjana hukum menjadi manajer rumah sakit. Tiba-tiba ia harus mempelajari berbagai obat, alat-alat kedokteran, penyakit-penyakit dalam waktu yang sesingkat-singkatnya.

Untuk direnungkan:

  1. Orang bodoh sulit dapat kerja, akhirnya dia bisnis. Agar bisnisnya berhasil, tentu dia harus merekrut orang pintar. Walhasil, bosnya orang pintar adalah orang bodoh.
  2. Orang bodoh sering melakukan kesalahan, maka dia rekrut orang pintar yang tidak pernah salah untuk memperbaiki yang salah. Walhasil, orang bodoh memerintahkan orang pintar untuk keperluan orang bodoh.
  3. Orang pintar belajar untuk mendapatkan ijazah untuk selanjutnya mendapatkan kerja. Orang bodoh berpikir secepatnya mendapatkan uang untuk membayari proposal yang diajukan orang pintar.
  4. Orang bodoh tidak dapat membuat teks pidato, karena itu menyuruh orang pintar untuk membuatnya.
  5. Orang bodoh kayaknya susah untuk lulus sekolah hukum. Oleh karena itu orang bodoh memerintahkan orang pintar untuk membuat undang-undangnya orang bodoh.
  6. Orang bodoh biasanya jago cuap-cuap jual omongan, sementara itu orang pintar percaya. Tapi, selanjutnya orang pintar menyesal karena telah mempercayai orang bodoh. Tapi, toh saat itu orang bodoh sudah ada di atas.
  7. Orang bodoh berpikir pendek untuk memutuskan sesuatu dipikirkan panjang-panjang oleh orang pintar, walhasil orang-orang pintar menjadi stafnya orang bodoh.
  8. Saat bisnis orang bodoh mengalami kelesuan, dia PHK orang-orang pintar yang bekerja. Tapi, orang-orang pintar demo. Walhasil, orang-orang pintar “meratap-ratap” kepada orang bodoh agar tetap diberikan pekerjaan.
  9. Tapi, saat bisnis orang bodoh maju, orang pintar akan menghabiskan waktu untuk bekerja keras dengan hati senang, sementara orang bodoh menghabiskan waktu untuk bersenang-senang dengan keluarganya.
  10. Mata orang bodoh selalu mencari apa yang bisa dijadikan uang. Mata orang pintar selalu mencari kolom lowongan perkerjaan. Orang-orang bodoh (tidak berpendidikan tinggi) banyak yang menjadi kaya. Ribuan orang pintar bekerja untuk mereka. Dan, puluhan ribu jiwa keluarga orang pintar bergantung pada orang bodoh.

Sumber : portalhr.com

Yah begitulah…

Termasuk pinter atau bodohkah Anda…? πŸ˜†

Filed under: Opini and Articles,

Diakah Jodohmu …?

IHM SyndromeJangan… jangan dihubungkan antara isi dari postingan ini dengan image di samping… πŸ˜€ image di samping cuma menunjukkan mood aku hari ini… πŸ˜›

Dalam postingan yang lalu, seorang norie bertanya padaku, “Alasan apa sih yang membuat seseorang yakin bahwa orang yang dinikahinya itu adalah jodohnya (teman menjalankan kehidupan hingga akhir hayat)?
Pertanyaannya menggelitikku… karena terus terang, sebelum aku akhirnya memutuskan untuk berkomitmen dengan seseorang, aku bukanlah orang yang bisa diikat oleh sebuah komitmen… aku orang yang independen, introvert dan kupikir aku terlalu selfish untuk membagi hidupku dengan orang lain. Dalam arti kata, aku bener2 siap untuk hidup mandiri tidak tergantung siapapun, dan aku merasa hidup berumah tangga bukanlah panggilan hidupku.

Tapi memang garis hidup bukan hanya aku sendiri yang menentukan… tapi ada Tangan yang lebih berkuasa yang terlibat di dalamnya… Lalu apa yang membuat aku menjadi yakin bahwa keyakinanku sebelumnya adalah mungkin bukan panggilan hidupku?

Well… sebenernya aku sendiripun ga pernah tau, alasan atau faktor apa yang membuatku berbalik arah. Semuanya terjadi begitu saja dan tanpa aku sadari, aku sudah berkomitmen dengan seseorang… Aku cuma merasakan hal-hal berikut ini ketika aku mulai berkomitmen dengannya… yang juga cocok dengan seorang pakar relationship sekaligus penulis buku 21 Ways to Attract Your Soulmate, Arian Sarris …

Pertanda 1

Rahasia sepasang kekasih agar bisa memiliki umur hubungan yang panjang adalah adanya saling berbagi. Paling penting adalah selalu bisa menikmati segala aspek kehidupan secara bersama-sama. Dan semuanya terasa amat menyenangkan meskipun tanpa harus melibatkan orang lain.

Pertanda 2

Coba lihat sikap santainya di depan kita.Β  Perhatikan segala gerak geriknya, caranya berpakaian, gara rambutnya, caranya berbicara atau ketawa. Apakah semuanya spontan? Apakah dia ga takut kelihatan jelek di depan kita? Kalo dia bisa bersikap apa adanya di depan kita, maka dia akan tetap apa adanya selamanya… dan itulah yang kita perlukan.

Pertanda 3

Adanya kontak batin, ini mungkin akan terjadi jika hubungan sudah demikian lama terjalin. Kontak batin tidak dapat dilakukan hanya dengan waktu yang singkat. Terkadang aku bisa tahu apa maunya dia tanpa dia mengatakan apa yang ada di benaknya, begitu pula sebaliknya.

Pertanda 4

Kalo ada dia, perasaan santai dan nyaman sangat terasa di hati. Berjam-jam bersamanya, setiap waktu dan setiap hari tak membuat menjadi bosan. Ini berarti kita berdua bisa saling terikat satu sama lain, dan bisa saling tergantung satu sama lain.

Pertanda 5

Pemahaman tentang perasaan kita. Pasangan yang berjodoh biasanya ga takut mengalami pasang surut saat bersama. Saat sakit, saat bad mood, saat terkena musibah adalah saat-saat yang tepat untuk menilai, siapkah kita hidup berpasangan.

Pertanda 6

Tidak terlalu peduli dengan masa lalu baik pribadi maupun keluarga. Dia pernah menanyaiku tentang mantan-mantanku (yang belum pernah ada), dan aku juga pernah menanyainya tentang mantan-mantannya. Setelah itu kami ga pernah membahasnya lagi. Begitu pula dengan keluarga.

Pertanda 7

Setiap orang memiliki kekurangan, dan jangan malu-malu memperlihatkan kepadanya kekurangan itu. Lihat, apakah dia bereaksi tertentu? Cobalah untuk ga mandi 2 hari dan muncul di depan dia πŸ˜€ lihat reaksinya… dari situ kelihatan, yakin deh!

Pertanda 8

Rahasiaku aman di tangannya. Lebih aman dibandingkan di tangan siapapun. Aku ga bisa menyembunyikan apapun darinya, bukan karena apa2, tapi biasanya memang aku selalu menceritakan semuanya padanya… mungkin tidak seketika itu, tapi pasti aku “kelepasan” ngomong… πŸ˜€

Mungkin hal2 diatas baru mencakup sebagian kecil alasan kenapa aku bisa yakin dialah panggilan hidupku… seperti yg aku bilang, mungkin semuanya adalah paduan dari rasa, insting dan logika… yang harus selalu diingat adalah, berdoa supaya Tuhan menunjukkan jalannya… doa ini pun jangan cuma sesekali… tapi setiap kali ada kesempatan…

πŸ™‚ semoga menjawab pertanyaanmu, rie…

Filed under: Opini and Articles,

Self-Portrait of @RedCarra

Blogger. Designer. Web-Marketer. Marketing and Visual Communicator. Social Media Junker.
Female. A wife. A mother of 2. Curvy. Short. Jeans or legging. T-Shirt or Batik. Backpack. Wild mind. Easy to get panic. Cynic. Rebellious. Logic. Realistic. Moody. Details. Impatient. Clumsy. Straight forward. Procrastinator. Black and Dark Maroon. Graphic Design. Webs and Blogs. Photography. Architecture. Interior. Crafts. Coffee. Guava Juice. Chocolate. Music. Internet. Book.

Me? Get hurt? Just do that to me one more time.

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 3,585 other followers

RSS Carra Design

  • Weekly Photo Challenge: Renewal
    This week WP Photo Challenge theme is Renewal … This word conjures a variety of images, from bright blossoms to meditating monks. When I think of β€œrenewal,” I think of […]

RSS Carra Media

  • Portfolio: Showrrom Banner "Are You Green Enough?"
    Banner merupakan wajah pertama yang akan menarik orang untuk mau tahu lebih lanjut. Terutama kalau banner ini difungsikan sebagai penanda di depan sebuah showroom.Nah, salah satu tugas saya dulu adalah secara periodik membuat dan mengganti banner showroom sebuah retail furniture dan home decor store, yang posisinya ada di Jl. Palagan Tentara Pelajar.Banner-n […]