Carra's World

If the Real World is not Enough Anymore…

Pinter vs Bodho

Iseng tadi aku ngrapiin file2 aku lagi di kompie… dan nemuin artikel ini… aku baca lagi dan aku pun nyengir kuda… yah bolehlah aku share😀 well jangan terlalu terkecoh dengan segala istilah managerial yg terlalu intelek yah…

Managerialship: Pintar vs Bodoh

Oleh: S Brotosumarto

Jika kita ketik kata ‘leadership’ atau ‘enterpreneurship’ ke Google, maka akan muncul berjuta-juta artikel. Begitu juga buku-buku tentang itu, tersedia bertumpuk-tumpuk di toko. Tapi, coba masukkan kata ‘managerialship’ ke mesin pencari yang sama, cuma akan ada sedikit hasilnya, dan itu pun tidak memberi gambaran yang cukup jelas. Di toko buku? Sama sekali tidak ada buku tentang managerialship.

Managerialship adalah sifat-sifat dan sikap-sikap yang dibutuhkan bagi mereka yang ingin atau tersesat ke jajaran manajemen menengah ke atas. Ia membutuhkan sifat kepemimpinan sehingga bicara tentang managerialship memaksa kita untuk bicara juga tentang leadership. Jika kita berada pada posisi puncak manajemen, yang bertanggung jawab pada laba, maka kita terkadang harus melakukan fungsi-fungsi enterpreneural. Selain itu, leadership dan enterpreneurship akan saya gunakan sebagai iluminasi agar sosok manajer lebih kentara.

Si Manajer harus orang pintar, itu benar. Itu syarat kedua yang harus dimiliki seorang manajer selain bisa memimpin. Bukan dalam arti pintar secara akademis, tapi pintar dalam hal melaksanakan tugas-tugas manajerial, semisal menganalisis, merencanakan, menyimpulkan, membaca situasi. Termasuk, pintar berinteraksi, negosiasi, membujuk, memaksa, menekan, berkelit, membual.

Jangan dibalik, yang pintar pasti bisa ke manajemen. Tidak. Ada watak-watak dan sikap-sikap lain yang harus dimiliki. Banyak orang pintar tidak sukses di manajemen. Ada yang kepintarannya tidak sesuai dengan bidang manajemennya. Mereka yang tersesat atau memang niat ke manajemen menengah ke atas dituntut memiliki kecepatan belajar yang tinggi. Tiba-tiba seorang geolog harus bicara tentang perpajakan, misalnya. Ia harus dengan cepat, walau hanya grambyangan dan dangkal menangkap istilah-istilah perpajakan. Atau, seorang sarjana hukum menjadi manajer rumah sakit. Tiba-tiba ia harus mempelajari berbagai obat, alat-alat kedokteran, penyakit-penyakit dalam waktu yang sesingkat-singkatnya.

Untuk direnungkan:

  1. Orang bodoh sulit dapat kerja, akhirnya dia bisnis. Agar bisnisnya berhasil, tentu dia harus merekrut orang pintar. Walhasil, bosnya orang pintar adalah orang bodoh.
  2. Orang bodoh sering melakukan kesalahan, maka dia rekrut orang pintar yang tidak pernah salah untuk memperbaiki yang salah. Walhasil, orang bodoh memerintahkan orang pintar untuk keperluan orang bodoh.
  3. Orang pintar belajar untuk mendapatkan ijazah untuk selanjutnya mendapatkan kerja. Orang bodoh berpikir secepatnya mendapatkan uang untuk membayari proposal yang diajukan orang pintar.
  4. Orang bodoh tidak dapat membuat teks pidato, karena itu menyuruh orang pintar untuk membuatnya.
  5. Orang bodoh kayaknya susah untuk lulus sekolah hukum. Oleh karena itu orang bodoh memerintahkan orang pintar untuk membuat undang-undangnya orang bodoh.
  6. Orang bodoh biasanya jago cuap-cuap jual omongan, sementara itu orang pintar percaya. Tapi, selanjutnya orang pintar menyesal karena telah mempercayai orang bodoh. Tapi, toh saat itu orang bodoh sudah ada di atas.
  7. Orang bodoh berpikir pendek untuk memutuskan sesuatu dipikirkan panjang-panjang oleh orang pintar, walhasil orang-orang pintar menjadi stafnya orang bodoh.
  8. Saat bisnis orang bodoh mengalami kelesuan, dia PHK orang-orang pintar yang bekerja. Tapi, orang-orang pintar demo. Walhasil, orang-orang pintar “meratap-ratap” kepada orang bodoh agar tetap diberikan pekerjaan.
  9. Tapi, saat bisnis orang bodoh maju, orang pintar akan menghabiskan waktu untuk bekerja keras dengan hati senang, sementara orang bodoh menghabiskan waktu untuk bersenang-senang dengan keluarganya.
  10. Mata orang bodoh selalu mencari apa yang bisa dijadikan uang. Mata orang pintar selalu mencari kolom lowongan perkerjaan. Orang-orang bodoh (tidak berpendidikan tinggi) banyak yang menjadi kaya. Ribuan orang pintar bekerja untuk mereka. Dan, puluhan ribu jiwa keluarga orang pintar bergantung pada orang bodoh.

Sumber : portalhr.com

Yah begitulah…

Termasuk pinter atau bodohkah Anda…?😆

Filed under: Opini and Articles,

12 Responses

  1. Eru says:

    kowk aga2 kebalik teorinya wkwkwk.. jadi bingung saya😀 yang jelas saya sih orang bego.. ga masuk 2-2nya hi hi hi

    #haha iya… pertamanya aku jg bingung… tp emang sengaja dibalik logikanya… jadi keknya sih lebih ke kacamata para buruh dan kuli seperti kita ini😀

  2. nairasmile says:

    hahaha….lucuu…:mrgreen:
    tapi ada yg pernah bilang…kadang bos itu ga perlu pinter…yg penting tau cara manage orang…gituu dehh…
    kl saia…auk deh…masuk bego kayanya…*kan jadi bos hihihi…*

    #ichu bechull… yg penting sih keknya bisa memanipulasi orang deh😀 …

  3. Mi-chan says:

    Mmmh…
    Aq g cocok k dua2 ny deh. Blum kerja soal ny. :))
    Akh, kenyataan…

    #hehe yaaa sebagai referensi aja miii… kamu besok mo jadi yg “pinter” ato yang “bodoh”

  4. de2k ryan says:

    ma, ditempat ayah bayu kerja wkt pantura, pas agak senggang pernah
    ada pertandingan tenis meja yang diikuti 4 orang saja……
    pertandingan itu hanya untuk mencari gelar :

    “siapa yang pintar dan siapa yang TERBODOH”
    ramai krn smua berlomba jangan sampai menjadi “juru kunci” alias “TERBODOH”……

    #trus ayah bayu pasti ga ikutan😀 soalnya kegedean peyut…😈 *dihajar de2k*

  5. ichanx says:

    penuh makna…🙂

    #😉

  6. berarti aku harus jadi orang bodoh donks🙂

    # ahaha😀 keknya sih gitu kang…

  7. dan benar saja aku sudah mulai bodoh😆

    #😆

  8. Yoyo says:

    yang penting diridhoi Alloh, teori pemutarbalikkan fakta itu !

    #😀 amiiiinnn….

  9. Balisugar says:

    Maaf sayang baru mampir…sibuk cuma jawab termasuk pinterkah Anda ??

    Gue tulalit

    #😆 ahahaha teteh…

  10. natazya says:

    orang pintar yang kadang bodoh

    *asik PeDe😀

    #orang pintar yang kadang bodoh tapi pede😆 itu keren!

  11. tc says:

    no comment…
    *laah tapi dah masuk ke kolon komentar…
    😀

    sebenernya takut komen, soalnya kalo bilang orang pinter, koq mau dibodoh2in sama orang bodoh..kalo ngaku orang bodoh.. nista amat ya mengakui kebodohan sendiri..hihihi
    serba salah jadinyah..😛

    #😆

  12. chatoer says:

    intinya enakan jadi orang bodo ato orang pinter?

    #masing2 ada plus minusnya sih kalo menurutku😀

Leave a blah blah!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Travellers

  • 99,164 drops

Storage

SEO Services & ToolsSubmit Express

Self-Portrait of @RedCarra

Blogger. Designer. Web-Marketer. Marketing and Visual Communicator. Social Media Junker.
Female. A wife. A mother of 2. Curvy. Short. Jeans or legging. T-Shirt or Batik. Backpack. Wild mind. Easy to get panic. Cynic. Rebellious. Logic. Realistic. Moody. Details. Impatient. Clumsy. Straight forward. Procrastinator. Black and Dark Maroon. Graphic Design. Webs and Blogs. Photography. Architecture. Interior. Crafts. Coffee. Guava Juice. Chocolate. Music. Internet. Book.

Me? Get hurt? Just do that to me one more time.

Tuiiiiittt!!!!

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 3,585 other followers

RSS Carra Design

  • Weekly Photo Challenge: Renewal
    This week WP Photo Challenge theme is Renewal … This word conjures a variety of images, from bright blossoms to meditating monks. When I think of “renewal,” I think of […]

RSS Carra Media

  • Jangan Asal Cropping
    Cropping refers to the removal of the outer parts of an image to improve framing, accentuate subject matter or change aspect ratio. Depending on the application, this may be performed on a physical photograph, artwork or film footage, or achieved digitally using image editing software. The term is common to the film, broadcasting, photographic, graphic desig […]
%d bloggers like this: