
Sebenernya ngapain juga ngributin masalah ini ya…?? entahlah.. aku sendiri juga sebenernya ga terlalu peduli sama yang namanya sebutan, istilah, titel, status, nama jabatan de el el… bagiku yang penting hasil… elu kerja…kerja yang bener…hasilnya mana…sesuai skedul, target, dan problem solved… thats all we need, isnt it?
dunia kerja mo dipikir simpel ya emang simpel.. mo dipikir susah emang susah… letsee… aku mulai kerja beneran di tahun 2000 jadi… sekarang udah 9 taun aku menggeluti dunia nyata ini… bleh… gayanya aja yang udah kek orang bangkotan… udah kek orang sukses… udah kek boss… jah biarin deh! mo ngomong…ngomonglah sono… yang pasti aku menghayati semua kerjaanku… baek yang emang nyaman kukerjakan atopun yang bwah! sebenernya aku udah bosen banget mengerjakannya…
heh…malah ngomel2 ga jelas…
niwei… lagi ngomongin perbedaan antara seorang desainer dan seorang seniman… baru bener2 membuktikan bahwa seorang seniman bisa dibilang agak susah untuk mencoba menjadi seorang desainer… tapi seorang desainer bisa menjadi seorang seniman yang sukses… bahkan bisa multitasking di sela2 kesibukannya menjadi desainer…
jadi ini semata2 cuma sebuah istilah…?? Let’s see… keduanya sama2 “menciptakan sesuatu”… sama2 “bekerja dengan apa yang disebut keindahan“… untuk batas2 tertentu *terutama yang berhubungan dengan kategori pekerjaanku* sama2 bekerja dengan visualisasi… tapi ternyata keduanya punya a real big difference… kenapa begitu…?
Sebutlah seorang lulusan teknik informatika… seorang yang kemudian mengembangkan dirinya dan meng-klaim dirinya sendiri sebagai seorang desainer… seorang yang terbiasa bekerja sebagai freelancer untuk desain2 web, interactive cd dan produk2 multimedia laennya… melamar pekerjaan sebagai desainer grafis untuk sebuah perusahaan… dan sebelum dia benar2 didudukkan di atas “kursi panas” seorang desainer, dia harus melalui tahap training 3 bulan sebagai asisten art director… and then what?
Dia berusaha keras… melaksanakan semua yang menjadi pekerjaannya… bertanggung jawab pada atasannya… berusaha menaati jadwal yang ketat… berusaha mengejar target… yah semua memang bisa dicapai… but whats next?
Dia sakit… bukan sakit badan… tubuhnya tetap tegap seperti biasanya… tapi pikirannya yang sakit… batinnya memberontak… dia adalah manusia bebas… bekerja dalam komitmen seperti ini bisa membunuh karakternya… akhirnya dia menyerah… dan lalu dia menyatakan mundur dari pekerjaannya…
oh well… what can we do then…?
di plurk sempet aku singgung… yang paling lucu adalah komen ini :
beda seniman dg desainer itu… Seniman berkarya utk dirisendiri…kalau desainer untuk orang lain. jadi kalau seniman M*****basi..kalau desainer…makin rame makin asik.
waks! 
Filed under: Designer's Life , desain, desain grafis, desainer, work
People Say...