Jangan… jangan dihubungkan antara isi dari postingan ini dengan image di samping…
image di samping cuma menunjukkan mood aku hari ini…
Dalam postingan yang lalu, seorang norie bertanya padaku, “Alasan apa sih yang membuat seseorang yakin bahwa orang yang dinikahinya itu adalah jodohnya (teman menjalankan kehidupan hingga akhir hayat)?“
Pertanyaannya menggelitikku… karena terus terang, sebelum aku akhirnya memutuskan untuk berkomitmen dengan seseorang, aku bukanlah orang yang bisa diikat oleh sebuah komitmen… aku orang yang independen, introvert dan kupikir aku terlalu selfish untuk membagi hidupku dengan orang lain. Dalam arti kata, aku bener2 siap untuk hidup mandiri tidak tergantung siapapun, dan aku merasa hidup berumah tangga bukanlah panggilan hidupku.
Tapi memang garis hidup bukan hanya aku sendiri yang menentukan… tapi ada Tangan yang lebih berkuasa yang terlibat di dalamnya… Lalu apa yang membuat aku menjadi yakin bahwa keyakinanku sebelumnya adalah mungkin bukan panggilan hidupku?
Well… sebenernya aku sendiripun ga pernah tau, alasan atau faktor apa yang membuatku berbalik arah. Semuanya terjadi begitu saja dan tanpa aku sadari, aku sudah berkomitmen dengan seseorang… Aku cuma merasakan hal-hal berikut ini ketika aku mulai berkomitmen dengannya… yang juga cocok dengan seorang pakar relationship sekaligus penulis buku 21 Ways to Attract Your Soulmate, Arian Sarris …
Pertanda 1
Rahasia sepasang kekasih agar bisa memiliki umur hubungan yang panjang adalah adanya saling berbagi. Paling penting adalah selalu bisa menikmati segala aspek kehidupan secara bersama-sama. Dan semuanya terasa amat menyenangkan meskipun tanpa harus melibatkan orang lain.
Pertanda 2
Coba lihat sikap santainya di depan kita. Perhatikan segala gerak geriknya, caranya berpakaian, gara rambutnya, caranya berbicara atau ketawa. Apakah semuanya spontan? Apakah dia ga takut kelihatan jelek di depan kita? Kalo dia bisa bersikap apa adanya di depan kita, maka dia akan tetap apa adanya selamanya… dan itulah yang kita perlukan.
Pertanda 3
Adanya kontak batin, ini mungkin akan terjadi jika hubungan sudah demikian lama terjalin. Kontak batin tidak dapat dilakukan hanya dengan waktu yang singkat. Terkadang aku bisa tahu apa maunya dia tanpa dia mengatakan apa yang ada di benaknya, begitu pula sebaliknya.
Pertanda 4
Kalo ada dia, perasaan santai dan nyaman sangat terasa di hati. Berjam-jam bersamanya, setiap waktu dan setiap hari tak membuat menjadi bosan. Ini berarti kita berdua bisa saling terikat satu sama lain, dan bisa saling tergantung satu sama lain.
Pertanda 5
Pemahaman tentang perasaan kita. Pasangan yang berjodoh biasanya ga takut mengalami pasang surut saat bersama. Saat sakit, saat bad mood, saat terkena musibah adalah saat-saat yang tepat untuk menilai, siapkah kita hidup berpasangan.
Pertanda 6
Tidak terlalu peduli dengan masa lalu baik pribadi maupun keluarga. Dia pernah menanyaiku tentang mantan-mantanku (yang belum pernah ada), dan aku juga pernah menanyainya tentang mantan-mantannya. Setelah itu kami ga pernah membahasnya lagi. Begitu pula dengan keluarga.
Pertanda 7
Setiap orang memiliki kekurangan, dan jangan malu-malu memperlihatkan kepadanya kekurangan itu. Lihat, apakah dia bereaksi tertentu? Cobalah untuk ga mandi 2 hari dan muncul di depan dia
lihat reaksinya… dari situ kelihatan, yakin deh!
Pertanda 8
Rahasiaku aman di tangannya. Lebih aman dibandingkan di tangan siapapun. Aku ga bisa menyembunyikan apapun darinya, bukan karena apa2, tapi biasanya memang aku selalu menceritakan semuanya padanya… mungkin tidak seketika itu, tapi pasti aku “kelepasan” ngomong…
Mungkin hal2 diatas baru mencakup sebagian kecil alasan kenapa aku bisa yakin dialah panggilan hidupku… seperti yg aku bilang, mungkin semuanya adalah paduan dari rasa, insting dan logika… yang harus selalu diingat adalah, berdoa supaya Tuhan menunjukkan jalannya… doa ini pun jangan cuma sesekali… tapi setiap kali ada kesempatan…
semoga menjawab pertanyaanmu, rie…








caranya biar yakin ya mesti dijalanin
pernikahan termasuk proses pencarian
bukan untuk nyari yg baru
tapi belajar saling memberi dan menerima
#carra said : betul mas… ternyata pernikahan itu bukan akhir perjalanan…
Hmm jodoh ya…. for me… It’s someone that we feel worth enough to fight for, bleed for, happy for and sad for
(ga sampe die for sih)
Anyway pernah baca,
hmm..
Setuju!!!
#carra said : (ga sampe die for sih) ….
kek ada yg pernah bilang… aku cinta padamu, engkau hidup aku hidup, engkau mati … mati aja ndiri!!!
#carra said : coba lagi apanya…?? coba cari jodoh lagi..??
#carra said : yg aku bahas emang berdasarkan yg aku alami
tentunya akan beda2 buat tiap orang…
kena pelet ya?
#carra said :
pelet? …
apa iya ya…??
aiiiiihhhh!!!!! membuat prasangka saja kau inih!!! *nimpuk pake biji-biji kopi*
yg penting mah yakin ajak mbak…
#carra said : yah yg dipertanyakan sama norie mah emang “yakin” nya itu lho ngga…
My Comments …
Di endapkan dulu sementara waktu … jangan keburu nafsu … jangan buru-buru … jangan menentukan dulu …
Setelah beberapa waktu … baru rasa kan … tanya hati nurani ..
Dia kah jodohmu ???
(ya aku tau … ini tidak mudah …)
#carra said :
setuju oom… emang ga mudah, tapi memang harus begitu… musti pelan2 dan dirasakan bener2 dg hati…
hmmm…
tiap punya pasangan pasti bertanya tanya…
dan sekarang pun sedang bertanya tanya…
dia bukan yaaaa
Duh GUSTI… tolong kasih petunjuk! AMIEN…
#carra said : Amiiiiiinnn nata
semoga segera mendapatkan pertanda
wah jadi semangat nih nemuin jodoh
yanga dah dinikahi ya harus yakin
kalo nggak bisa nyoba lagi nyoba lagi donk
#carra said : betul kang…
pokoknya harus tetep usaha dan berdoa… semangat kang achoey!!!!
Tetapi neng cinta itu bener buta, biarpun liat pertanda jelak kalau cinta mau ape. Itu dulu sih waktu aku kecil-kecil jadi manten, heuheu gita cinta dari SMA Berantakan walah. Lalu Akhirnya pertanda pertanda yang buagus mendatangi dan aku dapet jodoh yang baik itu dikirim Tuhan Lho. Awet and uenak tenan seperti semua ke 8 pertandamu.
#carra said : nah itu teh yang aku bilang semuanya adalah paduan dari rasa, insting dan logika… kalo aku perhatiin di sekitarku, yang cinta-cinta buta gtu suka nglupain harus ada unsur logika juga di dalamnya
ah… yang penting mah sekarang teteh happy, thats all you need teh!
Hmmm…pernah baca d novel.
” You get married not to be happy but to make each other happy”
Nyambung g ma topik ny??
#carra said :
nyambung kok Mi-chan…
kalo ga nyambung ntar ta’sambungin pake tali…
amien..
#carra said :
amien..
Diakah jodohmu..? semoga iyah
apalagi baca pertanda 2, moga-moga selamanya tetep apa adanya, hehe..
btw, after merit pertanda2 ini masih berlaku ga sm mbak caRRa?
#carra said : nah itu… merit itu bukanlah akhir, tapi sebuah “awal perjalanan” jadi pertanda itu malah harus semakin kuat ketika udah merit