Pernah dengar ecolabel?
Kalo di wikipedia, “Ecolabel is a labelling system for consumer products (including foods) that are made in fashion to avoid detrimental effects on the environment.” yang kira2 terjemahan bebasnya adalah sistem labeling untuk produk2 konsumer (termasuk makanan) dimana tujuannya untuk menghindari efek pengrusakan lingkungan secara langsung atau tidak langsung.
Berawal ketika salah satu client perusahaan, yang berkedudukan di Perancis, mempermasalahkan sumber pengambilan bahan baku produk kami, yaitu kayu. FYI, masyarakat Uni Eropa sangat sangat peduli tentang pengrusakan hutan di negara kita (denger2 negara RI tercinta ini merupakan negara dengan laju pengrusakan hutan paling tinggi di dunia). Kami sebagai perusahaan yang bergerak di bidang ekspor furniture dengan main market ke Eropa mau tidak mau harus menghadapi issue internasional seperti ini. Mereka menanyakan keabsahan kayu kami, apakah diambil dari hutan lindung ataukah dari hutan budidaya. Semakin lama masalah ini berkembang semakin luas. Mereka menuntut adanya sertifikasi terhadap produk-produk kami dimana di situ dinyatakan bahwa kayu-kayu kami adalah Smart Wood dan/atau Sustainable Wood, dimana kayu-kayu itu diambil bukan hasil pembalakan liar.
Sudah lebih dari 6 bulan kami bekerja untuk mendapatkan sertifikasi ini. Selain kami harus melayani permintaan client-client kami, kami pun merasa ikut bertanggung jawab terhadap kelestarian hutan di tanah air. Jangan sampai kami ketika ditanya tentang Global Warming dan kami keceplosan menjawab “Global Warming is cool!” (Bah!! Cincha Lawra perlu belajar kepada kami…) Kami peduli pada Global Warming dan terutama kelestarian hutan kami.
Jadilah kami sekarang mengantongi sertifikat-sertifikat itu. Bahkan bisa dibilang kami termasuk perintis Sustainable Wood… well… setidaknya setahuku di daerah sekitar kami.
Kami bekerja sama dengan LEI (Lembaga Ekolabel Indonesia) untuk sertifikasi ini. Untuk profil LEI ini kunjungi aja websitenya.
Hmmmm…. sebenernya bukan kebetulan aku membahas LEI dan segala tetek bengek kehutanan itu. Karena siang ini, the mighty boss datang padaku sambil membawakanku amanah untuk mengolah kembali identity dan sekaligus menangani strategi promosi dari badan nasional ini. Jadi aku harus melakukan riset dulu supaya kemudian aku bisa merumuskan segala sesuatunya dengan cepat dan tepat pada sasaran. Bukan perkara mudah sebenernya. Karena lingkupnya berbeda dengan project2 yang aku tangani sebelumnya.
Kalo sebelumnya aku cenderung “berjualan”… jualan produk2 dan jualan jasa. Tapi sekarang aku harus membawa misi dan visi si badan nasional tersebut yang membawa issue internasional yang menurutku mempunyai bobot yang sangat kuat. Masalah environment, forestry, illegal logging sampai global warming, dimana harus bisa membawa orang-orang di negeri ini sadar bahwa kayu bukanlah barang yang bisa ditebang dan dipergunakan seenak perut mereka sendiri.
Lepas dari menghujat pemerintah yang memang selalu telat untuk bertindak, sebaiknya kita memang harus memulai semuanya dari lingkup terkecil. Semoga dengan membantu badan nasional ini, keprihatinanku terhadap bumi ini bisa tersalurkan. Karena sebenernya udah sejak lama aku selalu mengikuti issue-issue seperti ini. Tapi rasanya seperti ga berdaya sama sekali. Ga ada yang bisa aku perbuat. Semoga dengan ini, aku bisa ikut menyumbangkan sesuatu buat bumi kita ini.
Btw, Hari Bumi kapan sih….???
Filed under: Opini and Articles , artikel, bumi, ekolabel, hutan, opini
C Gate
Sherinesky
Yuyun

Sekarang kayaknya..
met hari bumi..
#carra said : Met Hari Bumi
Kapan yach???
Ntar kasi tau ya mba, kapan hari buminya…
Coz mo kasi kado buat bumi… Hehehe…
#carra said : katanya sih tgl 22 April kmrn tuh…
kalooooo kadonya bwt akika aja gimaneee..???
Yang punya sertifikat itu kayunya udah pasti bisa dipertanggungjawabkan ya? kalo perusahaan mbak biasanya sumber kayunya dari daerah mana? terus yang ngelola hutannya sapa?
#carra said : kalo udah ada sertifikat itu biasanya memang udah legal apalagi yg kasih badan nasional NGO seperti LEI dan sebangsanya. utk proses sertifikasi kmrn kita bersama para pengrajin dan beberapa pengusaha mendirikan koperasi hutan, istilahnya community based forest, jadi hutan kita itu dikelola oleh koperasi ini. lokasi hutannya ada di Gunung Kidul Yogyakarta.
lhah penjelasannya bisa dibikin satu postingan sendiri
Hari Bumi tuh, kmaren. Btw, met hari bumi.
Hihi…
#carra said : iyah ternyata kemaren… tu postingan kemaren juga tapi ga ngeh kalo hari bumi
Emank ada hubungannya ya….
hehhe
maap g baca cuma baca judul doank..coz bntar lagi ada meeting neh..jd buru2
lam kenal dulu aja ya……..
#carra said : yaelah… baca dulu dunk…
lam kenal juga…
hari bumi itu selama bumi masi berputar pada porosnya
salut buat postingannya
#carra said : wah setujuh
sedelapan sesembilantuh kang… ga usah mikirin kapan hari bumi. yang penting lakukan sesuatuhari bumi tu kemaren ~ (tau gara2 liat google logo yang keren itu)
Wow keren Eco-friendly Effort
mm…
Berniat memulai Eco-aware aaah…. dengan
mm…..
mm…..
(2 jam kemudian)
…….
#carra ikut ….. bersama Eru… *kasih cemilan buat temen …… *
yup…
kita memang harus peduli bumi dan harusnya sih, sudah dimulai dari sekarang…
kata-kata kerennya:
kalo bukan sekarang,kapan lagi?
kalo bukan kita, siapa lagi?
salam kenal,
Ivana
#carra said :
yup yup yup … tindakan konkret itu yg penting… seneng akhirnya aku menemukan juga bentuk konkret itu
lam kenal balik
bisa bikin furniture gak pake kayu gak?
#carra said : kita sepesialis furniture kayu tuh ‘A … dengan kulit…
mo pesen buat rumah ‘A…?
wah,,, bagus tuh mba.
sayangnya, orang indonesia nya malah banyak yang ga peduli, yang penting dapet uang banyak.
met hari bumi –kmaren–
met hari buku — hari ini —
#carra said :
hari buku…??? beneran kemaren hari buku…?? *meratapi buku2 yg ada di perpustakaanku*
Hi…
Thx for visiting my blog!!
#carra said :
sama2… thx for being here…
udah lewat yah?
sebodo ah..
met hari bumi..
#carra said :
hari bumi selama bumi masih berputar pada porosnya… met hari bumi juga
ikutan nanem pohon ajah..
#carra said : itu mah udah… di halaman rumah
walopun pohon2 kecil…