carra

Melajang dengan Asik

In Opini and Articles on February 28, 2008 at 1:19 am

Secara beberapa hari ini aku melakukan blog walking… dan ternyata aku menemukan satu fenomena yang cukup membuatku terkekeh geli, kalo tidak bisa dikatakan mengernyit heran… kebanyakan postingan adalah mengenai jodoh… bisa di lihat di postingan milik Aa Chatoer atau Bang Cabe Rawit ini… mungkin aku memang cuma membaca 2 postingan milik beliau ini (kalo ada yg lain silaken memberi info) … tapi tak urung aku jadi tergelitik juga untuk menulis. Kenapa sih pada resah dan gelisah for being jomblo? So what dengan menjomblo? 

Tak bisa disangkal, masyarakat kita masih menganggap, setiap orang sudah sepantasnya punya pasangan. Kalau Anda sudah berusia (dan berusaha) dewasa dan tak juga kunjung menikah, biasanya langsung dicap buruk, bahkan dikasihani. Seolah, hidup ini suram tanpa pasangan. Padahal hidup melajang itu cukup seru. Anda tidak usah bersusah payah, mengubah gaya hidup agar sesuai dengan si dia. Dan, yang pasti, anda bisa memanjakan ego sepuas hati. 

Gawatnya, hidup menikah sering dianggap lebih baik ketimbang hidup melajang. Padahal tidak begitu. Baik melajang maupun berpasangan tidak lebih baik atau lebih buruk. Keduanya memiliki nilai plus minus masing-masing. Hanya status yang berbeda. Anda tidak perlu terobsesi dengan gaya hidup berpasangan. 

Hidup ini menjadi menarik karena anda punya banyak pilihan. Jadi, sekalipun saat ini anda merasa ‘tersiksa’ karena belum juga punya pacar, toh anda tetap punya pilihan untuk mengatasinya. Ironisnya, wanita atau pria lajang yang tampak bahagia, percaya diri dan mandiri biasanya tidak akan lama hidup sendirian. Kemandirian yang dimilikinya membuatnya bersinar cemerlang dan sangat menarik di mata lawan jenisnya. Semua orang berbondong-bondong ingin dekat dan mengenal dirinya. Seperti orang banyak bilang “there are so many handsome guys, but the nice ones are taken!” *gleg! Keknya aku baru saja mengarang sebuah peribahasa* 

Berikut adalah hal-hal yang bisa dan hanya bisa dilakukan oleh si lajang :

  • Tidur lelap sampai siang dan merajai seluruh tempat tidur sendirian.
  • Tidak perlu takut memikirkan apakah si dia suka atau tidak dengan gaya keluarga anda yang eksentrik.
  • Anda bisa makan apa saja, kapan saja, dan tidak perlu berbagi pula.
  • Bisa belanja sesuka hati.
  • Bisa putar musik keras-keras dan menonton video pilihan sendiri.
  • Bisa mewarnai atau memotong rambut sesuka hati tanpa khawatir si dia merasa keberatan dan komplain.
  • Hidup santai, tanpa harus memikirkan pembicaraan serius soal perkawinan.
  • Bisa kencan dengan bebas tanpa takut ada yang cemburu.
  • Kalau mau, anda bisa menyendiri di akhir pekan dengan tenang.
  • Tidak perlu harus cepat-cepat pulang ke rumah, karena sudah ditunggu oleh si dia di rumah.
  • Bisa menguasai TV sendirian, kalau perlu langganan indovision atau yang semacamnya dan bisa nonton sampai puas.
  • Tidak perlu membersihkan rumah jika memang sedang tidak ingin membersihkan rumah.
  • Bisa travelling kemana saja kapanpun anda bisa, karena tidak perlu berkompromi dengan siapapun tentang waktu dan lain sebagainya.
  • Tidak perlu repot-repot memikirkan perasaan pasangan atau orang lain, yang penting hepi.
  • Bisa amat sangat banyak fokus pada pekerjaan dan karir yang harus semakin meningkat.
  • Tidak perlu merasa khawatir akan mengalami kekerasan dalam rumah tangga.

 Kadang memang kita telah menikmati kelajangan kita. Namun kadang pula omongan kanan kiri yang bikin telinga kita panas. Nah, bagaimana cara mengatasinya ?

  • Ketika seorang pria/wanita yang tidak anda sukai berusaha mengajak bicara, katakan saja, “Maaf, saya sedang ingin menyendiri.”
  • Kalau teman atau relasi perihal anda sudah punya pacar atau belum, jawab saja, “Oh, banyak, tapi belum ada yang serius,” atau, “Belum. Memang kamu sudah punya?”.
  • Ketika seseorang menanyakan di mana pasangan anda dalam sebuah acara, anda bisa jawab, “ Dia sedang kerja di rig pengeboran minyak,” atau “Dia masih sekolah di luar negeri,” atau, “Dia masih ada di tengah hutan.”  *alasan yg trakhir ini yg dulu sering aku katakan* Atau jawaban lain yang bisa membungkam mulutnya seperti ini, “Itu bukan urusanmu dan kamu tak perlu tahu.”
  • Ketika teman-teman anda terus menyatakan keheranannya kenapa anda belum juga menikah, jawab saja, “Aku lebih suka melajang,” Itu kalau Anda masih berharap bisa bertemu lagi dengannya. Kalau anda malas bertemu lagi dengannya, berbisiklah seperti ini, “Aku belum menemukan pria/wanita yang bisa memuaskanku.”
  • Kalau ada orang yang mengatakan, “Masalahnya kamu terlalu pemilih sih. Standarmu terlalu tinggi,” katakan anda lebih suka berpasangan dengan orang yang benar-benar pantas ketimbang dengan orang yang banyak omong. Jangan paksakan diri berpacaran dengan orang yang bukan tipe anda hanya karena ingin mengejar status. Ini dapat merugikan diri anda sendiri. Anda punya hak memilih dan menentukan teman hidup!

 Kini anda siap menjalani hidup lajang dengan berani dan penuh semangat. Anda bebas berbuat apa saja dan kapan saja untuk diri sendiri. SO, JUST GO FOR IT, GUYS! THIS IS THE TIME! 

Catatan :

  • saya menulis ini semata-mata karena solidaritas saya sebagai mantan pejomblo tangguh yang betah jomblo bertahun-tahun, namun akhirnya berlabuh juga :D
  • sebagian besar tips yang ga konyol saya ambil dari majalah Cosmopolitan Januari 2002
  • Up next! Khusus bagi wanita lajang : Learning From Mr Wrong, tipe2 pria yang harus Anda hindari.
  1. Woh… jadi melajang lebih asek ya? :shock:
    si mpok ini udah nikah? kafan? dengan siafa? kerja di mna? gajinya berafa? udah funya anak mpok? :mrgreen:
    *dijitak*

    Yah… semuanya kembali pada soal kemampuan kita dalam menikmati kondisi diri kita masing-masing. Melajang, bisa tetep asek-asek, kalo kita menikmatinya dengan syukur dan kagak futus asa mencari pelabuhan. :)

    # carra said : :lol: *njitak beneran* kekekeke… yah.. bukannya lebih asek bang… tapi melajang itu asik juga… mangkanya ta’kasih tips2 biar pada bisa menikmati kelajangan sambil tetap tak putus asa mencari pelabuhan… gecu! ;) ting!

  2. mantan pejomblo tangguh?? :shock: :lol:
    melajang itu enak kok. kalo emang lagi pengen melajang.. :mrgreen:
    haaahh….yakin ajalah Tuhan selalu kasih yang terbaik buat kita.. :)

    # carra said : aslinya pejantan tangguh… tapiiii aku kan bukan pejantan :oops: :lol: btw web baru nya’…? ngintip ah…

  3. Ada yang g kesebut
    Blognya Sang Khilaf
    Anda berminat mencicipinya?

    #carra said : mencicipi apa mas? bakso yah..?? kekeke… emg da pa di blogna sang khilaf? *udik beneran*

  4. Yakin neh?? melajang lebih asyik??
    tahan gak tuh..kalau dapet jodoh mah mending cepet2

    #carra said : beugh.. :lol: bukannya melajang lebih asik… tetapi melajang dengan asik… enjoy kelajangan sambil terus mencari pelabuhan… gecu.. ;) ting (lagi)

  5. ada yang mau menjadikan sayah tempat berlabuh???

    *teuteup promosi, hahahahha najong ! :P

    kl kata sayah jomblo itu enak, tapi punya pacar lebih enak, benar apa betul???

    #carra said : :lol: betul ‘A… kalo jomblo lebih enak, pasti saya belom merried sekarang :P kekekekeke

  6. ya dua sisi ada enak ada ga enaknya,

    yang enak itu bunya pacar tapi sebebas melajang

    ** halah guaya

  7. klo gw blg c ngjomblo tuh mang enak..coz g plu repot2 mkirin must ngasi hadiah ap k c dy,,atw must nmenin dy k acr ap gt(g gt pntg..he2)

    tp y lbh enk lg klo qt pny psngn..yg mrhatiin qt ud mkan ap lomm..
    gw c mo aj klo ad yng nwarin diri bwt jd sndaran hati(cee..ileeh..)tp mslhny..
    mpe skrg blum ad yg mo ma gw..T_T
    haha2..

  8. Setuju banget tuh mas. Saya jomblo belum pernah punya pacar. Jomblo itu indah, bisa apa aja kemana aja tapi ada batasnya. Nah..batasnya ini yang saya belum tau, masih cari yang pas gitu.
    Ada yang mau..??

  9. Onde mande,,,….
    InnaAllaha maas sobirin, sesungguhnya Allah beserta orang yang sabar…..

    Wis usaha, wis nggolek ra entuk2, yo sing sabar…
    sing jenenge garwo (sigaraning nyowo) iku khan nggo sak lawase urip, Yo kudu bener2 entuk sing apik (agamane akhlaknya…) ra mung ayu, denok….

  10. Melajang atau menikah itu sebenarnya merupakan sebuah keputusan yang berpulang pada diri kita sendiri. Dan apapun keputusan itu pasti akan memiliki plus minus tersendiri