carra

sebuah pemikiran dangkal tentang Indonesian Idol

In Opini and Articles on January 24, 2008 at 5:49 am

tiba2 keinget aja nanti malam ada acara american idol lagi… seneng juga sama tu acara… apalagi masi babak audisi beginian… biasanya malah banyak yang menarik… yang lucu, nekad, berani mati, berani malu, sampe yg sampe berdarah karena menyumpahi simon hehe… busyet dah… kadang mereka juga ga ngeh sama “ketidakmampuannya” … well… emang sih ada pepatah “lebih baek mati pede daripada mati minder, setidaknya ada yg masi dibanggain, walopun cuma yg bangga ya diri sendiri” yah begitulah… tapi mau ga mau aku salut juga… pede nya bo’…

sambil nonton aku juga kepikiran dengan indonesian idol… emang sistem idolisasinya (istilah apa pula ini?) ga jauh beda… peserta audisi di berbagai kota berdatangan ke satu tempat… en tumplek bleg mengadu nasib menjadi penyanyi terkenal… ada yg memang berbakat n pede… ada yg berbakat tapi masi kurang pede… ada yg cukupan… ada pula yg nekad, berani mati n berani malu, yang penting hepi n sapa tau bisa peluk n cium titi dj atau indra lesmana… (kalo aku sih kmrn sempet pgn ikut gara2 pgn ketemu sama jamie aditya :D hehe) … sapa tau juga si juri lagi meleng n secara ajaib suara kita bisa berubah bak ruth sahanaya ato glenn fredly… n akhirnya kita yg di daerah ini akhirnya bisa cabut ke jakarta…

tapi ada satu perbedaan mencolok yg aku temukan di sistem idolisasi di indonesia… yaitu di babak spektakuler… kalo di american idol, line voting belom dibuka ketika semua kontestan sudah menyanyi dan sudah menunjukkan penampilan mereka yg terbaik di panggung… jadi pemilih bisa dikatakan memilih dengan obyektif, karena mereka dianggap telah menyaksikan semua penampilan peserta… sedangkan di indonesia, line voting sudah dibuka sejak awal acara dan bisa mengirim sebanyak2nya… well… aku ga tau kenapa sistem ini selalu saja dipakai dalam setiap kali talent show sperti ini… bahkan talent show yang seharusnya bisa mengangkat bakat seseorang secara idealis dan perfek, tetap bergantung pada seberapa banyak mereka bisa beli voucher pulsa n kirim sms… jadi yg berpotensi bagus belum tentu bisa menjadi yg utama, dia memang mungkin bisa menjadi salah satu yang baik, tapi bukanlah yg terbaik… semua tgt pada sberapa banyak voucher pulsa yg terbeli… dan seberapa banyak kita mempunyai kenalan n keluarga yg mau merogoh kocek tambahan untuk voucher pulsa… :/

 well.. kadang kupikir apakah berat membuat sebuah talent show yang benar2 fair? dengan hanya 1 suara untuk 1 nomor hp? dan biarkan pemilih melihat semua peserta tampil dan kemudian baru memilih? kupikir pasti akan lebih fair lagi…

well bukannya sang juara itu tak pantas menjadi juara… mereka rata2 memang pantas menjadi yg terbaik… toh mereka pun pasti terpilih oleh orang2 yang benar2 memilih mereka, dalam arti orang di luar pendukung mereka seperti teman2 ato keluarga… tapi apakah pernah terpikir, bahwa jika semua dilakukan dengan fair dan tidak dikaitkan dg uang, kepuasan dan kualitas sang juara pun akan bertambah? mereka akan lebih mantap menerima mahkota juaranya…

well semuanya memang hanya terlintas di pikiranku aja ketika aku lagi nonton american idol… dan aku juga ga kepingin merubah ato turut campur memikirkan hal yang bukan jadi urusanku… aku tetap setia dengan jabatanku sekarang… pemirsa setia tv swasta…

thats all

  1. Cara cepat untuk tenar dan dapat duwit, ya di sini temaptnya :P

  2. @ djunaedird
    :D thx sudah menapakkan kaki di sini… my first visitor :D hehe

  3. I agree with you carra..:)

All comments are screened for appropriateness. Commenting is a privilege, not a right. Good comments will be cherished, bad comments will be deleted.