“Ga mau…! Ga mau…!”

Bad dayKalo aku anak kecil, aku pasti akan merajuk dan kemudian lari keluar sambil teriak-teriak, “ga mau…! ga mau…!” … tapi aku udah bukan anak kecil lagi… aku seorang perempuan yang udah menginjak ke angka 30 … udah wira wiri di dunia kerja lebih dari 7 tahun… malah sekarang lagi siap-siap menerima status sebagai ibu… pastinya ga pantes aku berkelakuan seperti anak kecil begitu…

Tapi itulah yang ingin aku lakukan setiap kali boss aku lagi rewel… sedikit-sedikit manggil… sedikit-sedikit manggil… satu menit dia membahas tentang logo green enterprises nya… lalu pas aku lagi siap-siap melaksanakan perintahnya, dia udah manggil lagi, bahas kartu nama yang harus aku edit ulang… udah slese gitu, aku pastinya akan kembali lagi ke pekerjaanku… belom selese aku mengumpulkan energi untuk berkonsentrasi dan berimajinasi (dimana aku digaji untuk berkhayal dan berimajinasi seperti itu) dia udah manggil lagi nanyain masalah website…

Oh muy Gatttt!!!!

Pakkkkkkkkkkkkkk!!!! kapan saya bisa konsentrasi kalo gini caranya…??? kadang aku pulang dengan keadaan capek berat, tapi hasil hari itu bener-bener cuma sekian persen dari yang aku harapkan… hanya karena aku terlalu susah konsentrasi…

kadang pengen juga aku memindahkan mejaku jauh-jauh dari boss aku… coba bayangkan… di tengah-tengah beliau meeting dengan para dedengkot produksi, bisa-bisanya beliau tiba-tiba nyeplos berkata padaku “neng… itu coba daunnya lebih digedein, jadi ijonya lebih dominan… bla bla bla…” ………………… geeze!!! at least let me work on it… ngerti ga sih… orang yg lagi berimajinasi tiba-tiba diinterupsi seperti itu… buyar semua!!!! maksudku sih… biarin aku kerjain dulu semuanya… toh aku ga mungkin sreg dengan satu bentuk desain doang… aku pasti explore ke segala kemungkinan… bukankah seperti biasanya, aku selalu mempresentasikan semuanya ke bapak??? i mean… biarkan ego desainer saya bekerja dengan liarnya… jangan terlalu diintervensi begitu… :cry: tapi gimana caranya menyadarkan dan mengalahkan ego seorang boss sekaligus seorang owner perusahaan…??? yang biasa dituruti perintahnya…?

jadi setiap kali dia mulai menginterupsi semedi ku, aku cuma berteriak dalam batin, &^&$@hfbeu^&$#%)(*&hanf..!!!!!

Diakah Jodohmu …?

IHM SyndromeJangan… jangan dihubungkan antara isi dari postingan ini dengan image di samping… :D image di samping cuma menunjukkan mood aku hari ini… :P

Dalam postingan yang lalu, seorang norie bertanya padaku, “Alasan apa sih yang membuat seseorang yakin bahwa orang yang dinikahinya itu adalah jodohnya (teman menjalankan kehidupan hingga akhir hayat)?
Pertanyaannya menggelitikku… karena terus terang, sebelum aku akhirnya memutuskan untuk berkomitmen dengan seseorang, aku bukanlah orang yang bisa diikat oleh sebuah komitmen… aku orang yang independen, introvert dan kupikir aku terlalu selfish untuk membagi hidupku dengan orang lain. Dalam arti kata, aku bener2 siap untuk hidup mandiri tidak tergantung siapapun, dan aku merasa hidup berumah tangga bukanlah panggilan hidupku.

Tapi memang garis hidup bukan hanya aku sendiri yang menentukan… tapi ada Tangan yang lebih berkuasa yang terlibat di dalamnya… Lalu apa yang membuat aku menjadi yakin bahwa keyakinanku sebelumnya adalah mungkin bukan panggilan hidupku?

Well… sebenernya aku sendiripun ga pernah tau, alasan atau faktor apa yang membuatku berbalik arah. Semuanya terjadi begitu saja dan tanpa aku sadari, aku sudah berkomitmen dengan seseorang… Aku cuma merasakan hal-hal berikut ini ketika aku mulai berkomitmen dengannya… yang juga cocok dengan seorang pakar relationship sekaligus penulis buku 21 Ways to Attract Your Soulmate, Arian Sarris …

Pertanda 1

Rahasia sepasang kekasih agar bisa memiliki umur hubungan yang panjang adalah adanya saling berbagi. Paling penting adalah selalu bisa menikmati segala aspek kehidupan secara bersama-sama. Dan semuanya terasa amat menyenangkan meskipun tanpa harus melibatkan orang lain.

Pertanda 2

Coba lihat sikap santainya di depan kita.  Perhatikan segala gerak geriknya, caranya berpakaian, gara rambutnya, caranya berbicara atau ketawa. Apakah semuanya spontan? Apakah dia ga takut kelihatan jelek di depan kita? Kalo dia bisa bersikap apa adanya di depan kita, maka dia akan tetap apa adanya selamanya… dan itulah yang kita perlukan.

Pertanda 3

Adanya kontak batin, ini mungkin akan terjadi jika hubungan sudah demikian lama terjalin. Kontak batin tidak dapat dilakukan hanya dengan waktu yang singkat. Terkadang aku bisa tahu apa maunya dia tanpa dia mengatakan apa yang ada di benaknya, begitu pula sebaliknya.

Pertanda 4

Kalo ada dia, perasaan santai dan nyaman sangat terasa di hati. Berjam-jam bersamanya, setiap waktu dan setiap hari tak membuat menjadi bosan. Ini berarti kita berdua bisa saling terikat satu sama lain, dan bisa saling tergantung satu sama lain.

Pertanda 5

Pemahaman tentang perasaan kita. Pasangan yang berjodoh biasanya ga takut mengalami pasang surut saat bersama. Saat sakit, saat bad mood, saat terkena musibah adalah saat-saat yang tepat untuk menilai, siapkah kita hidup berpasangan.

Pertanda 6

Tidak terlalu peduli dengan masa lalu baik pribadi maupun keluarga. Dia pernah menanyaiku tentang mantan-mantanku (yang belum pernah ada), dan aku juga pernah menanyainya tentang mantan-mantannya. Setelah itu kami ga pernah membahasnya lagi. Begitu pula dengan keluarga.

Pertanda 7

Setiap orang memiliki kekurangan, dan jangan malu-malu memperlihatkan kepadanya kekurangan itu. Lihat, apakah dia bereaksi tertentu? Cobalah untuk ga mandi 2 hari dan muncul di depan dia :D lihat reaksinya… dari situ kelihatan, yakin deh!

Pertanda 8

Rahasiaku aman di tangannya. Lebih aman dibandingkan di tangan siapapun. Aku ga bisa menyembunyikan apapun darinya, bukan karena apa2, tapi biasanya memang aku selalu menceritakan semuanya padanya… mungkin tidak seketika itu, tapi pasti aku “kelepasan” ngomong… :D

Mungkin hal2 diatas baru mencakup sebagian kecil alasan kenapa aku bisa yakin dialah panggilan hidupku… seperti yg aku bilang, mungkin semuanya adalah paduan dari rasa, insting dan logika… yang harus selalu diingat adalah, berdoa supaya Tuhan menunjukkan jalannya… doa ini pun jangan cuma sesekali… tapi setiap kali ada kesempatan… :) semoga menjawab pertanyaanmu, rie…

« Previous entries